Kolaborasi RRI dengan HIPMI, Sasar 1.000 Penerima Vaksin Covid-19

KBRN, Denpasar : Antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi RRI Denpasar bersama BPD HIPMI Bali dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali sangat tinggi.

Hal itu terbukti dari kuantitas warga yang datang ke sentra vaksinasi di Halaman LPP RRI Stasiun Denpasar, Kamis (16/9/2021). 

Plh. Kepala LPP RRI Stasiun Denpasar, Istikomah mengatakan, vaksinasi serangkaian Hari Radio ke-76 ini adalah komitmen bersama dalam akselerasi terciptanya kekebalan kelompok. 

"Mudah-mudahan menjadi sesuatu yang berbeda untuk meningkatkan herd immunity masyarakat Bali dengan adanya vaksinasi hari ini," jelasnya di Sentra Vaksinasi LPP RRI Denpasar bersama BPD HIPMI Bali dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kamis (16/9/2021). 

"Kami pastikan vaksinasi ini tetap mengedepankan protokol kesehatan, karena memang 1.000 orang itu banyak dan panitia sudah menyusun sedemikian rapih, sehingga semua bisa tersusun sesuai jadwal yang sudah ditentukan," lanjutnya. 

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali, Agus Pande Widura alias APW pada kesempatan yang sama mengapresiasi animo masyarakat yang sangat tinggi. 

Menurutnya kondisi ini menjadi angin segar dalam upaya menciptakan herd immunity (kekebalan komunal) di Pulau Dewata.

"Kemarin kita hanya butuh enam jam untuk registrasi. Artinya animo masyarakat masih sangat tinggi. Namun memang, kalau kita lihat dari KTP, KTP Denpasar atau KTP Bali itu memang sudah hampir 97 persen. Namun banyak sekali warga-warga yang ternyata masih belum mendapatkan vaksin," bebernya. 

APW menyebut, vaksinasi juga belum mencakup Warga Negara Asing (WNA).

Ia pun berharap, pemerintah memikirkan pemberian vaksin Covid-19 bagi WNA yang bekerja atau menetap di Bali.

"Mancanegara ini Bali menjadi suatu kendala tersendiri, karena sebelumnya mereka bekerja di Bali, mereka memiliki paspor, memiliki surat izin bekerja. Namun begitu perusahaannya sudah tutup, surat izin bekerjanya itu tentunya juga sudah tidak aktif lagi," ucapnya.

"Karena bagaimana pun Bali yang seperti kita ketahui, kita hidup berdampingan dengan warga-warga asing, karena kita memang sebagian besar hidup dari pariwisata," imbuhnya. 

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI, Mardani H. Maming pun ikut menanggapi soal vaksinasi bagi WNA di Bali.

Pihaknya disebut akan mengkomunikasikan hal ini dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional. 

"Kalau tidak disampaikan ke pemerintah pusat, akan menjadi tidak baik nanti nama Indonesia terhadap warga asing," tegasnya. 

Ketum Maming menceritakan, soal luasnya akses vaksin Covid-19 yang diberikan negara lain.

Sebagai contoh Amerika Serikat yang memberikan suntikan vaksin Covid-19 tanpa melihat latar belakang dan kewarganegaraan. 

"Waktu saya ke Amerika Serikat kemarin, saya datang hanya memperlihatkan ada keluarga tinggal disana, habis itu saya terus mendapatkan suntik pfizer. Tanpa ditanya apapun, tanpa melihat dari manapun," ucapnya. 

"Mestinya ini juga bisa menjadi perhatian kita untuk warga asing. Mudah-mudahan kalau misalnya bisa, nanti kita tanyakan apakah boleh kita mengadakan vaksin mandiri khusus warga asing. Apabila boleh HIPMI siap mengadakan vaksin untuk warga asing yang sudah tidak bisa keluar dari Bali, karena harus vaksin baru bisa keluar," tambahnya. 

Sementara itu Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Indra Andhika mengemukakan, signifikansi animo masyarakat ambil bagian dalam vaksinasi RRI Denpasar bersama BPD HIPMI Bali dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. 

Tingginya antusiasmie diperkuat dari cepatnya kuota vaksin yang habis ketika pendaftaran.

"Seperti kita ketahui capaian vaksinasi di Bali sudah cukup tinggi, namun saat pendaftaran dibuka, antusias dari masyarakat cukup tinggi, sehingga pendaftaran 1.000 peserta itu telah ditutup hanya dalam waktu enam jam," katanya. 

Andhika menjelaskan, pada vaksinasi massal ini pihaknya melaksanakan penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua. 

Masyarakat yang baru menjalani vaksinasi tahap pertama, juga dapat memilih dua varian yaitu Sinovac dan AstraZeneca. 

"Untuk jumlah pada hari ini yang sudah tervaksin itu angkanya mencapai 1.000 orang. Dan sentra vaksinasi ini kami tutup pada Pukul 14.00 WITA," pungkasnya. 

Disela-sela vaksinasi massal ini turut diserahkan bantuan HIPMI Peduli dan Komunitas Saling Bantu Yuk kepada masyarakat terdampak Covid-19 sebesar Rp13.680.000.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00