Kadisdikpora Apresiasi kegiatan bercerita Anak RRI Denpasar

Kepsta RRI Denpasar Nawir (nomor 3 dari kanan)

KBRN,Denpasar: Ditengah Pandemi Covid19, RRI Denpasar memberikan wadah bagi anak –anak untuk menuangkan keluh kesahnya melalui lomba bercerita yang sudah terlaksana beberapa waktu lalu.

Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menuangkan apapun yang ada dalam pikirannya selama dua tahun pandemic covid19. Cerita-cerita anak tersebut dikumpulkan dan dicetak dalam sebuah buku dengan judul “Menatap asa dimasa Pandemi” yang rencananya akan dilaunching pada tanggal 21 September mendatang.

Kepala Stasiun RRI Denpasar Nawir ketika melakukan audiensi dengan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dikantor Disdikpora, Rabu (15/9/2021)  mengatakan, dengan diterbitkannya buku cerita anak tersebut diharapkan bisa memotivasi anak-anak dimasa yang akan datang.

“ Agar mereka mengetahui dulu ada pernah terjadi seperti ini (red: Pandemi) . Sehingga anak-anak dimasa yang akan datang mengetahui bahwa melalui pendidikan daring ada banyak hal yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Nawir mengatakan, melalui buku ini juga RRI turut berpartisipasi untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak terkait tentang bagaimana kondisi anak disaat Pandemi Covid19. Dengan mengetahui kondisi psikologi anak saat Pandemi diharapkan menjadi dasar bagi instansi terkait untuk mengambil kebijakan.

 Sementara Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyambut baik kegiatan yang sudah dilakukan RRI. Menurutnya apa yang dilakukan RRI sangat penting untuk mengetahui kondisi psikologi anak saat pandemi. 

“ Apa yang dilakukan RRI ini nantinya mampu menjawab apa yang menjadi keluh kesah anak-anak kita. Kalau kita bertanya dia tidak akan menjawab. Tapi ternyata temen-temen di RRI mampu menjawab apa yang mereka rasakan selama pandemic,” ucap Boy.

Kadisdikpora Boy Jayawibawa mengakui proses pembelajaran secara daring selama ini banyak orang tua yang menjerit kewalahan menjadi guru pendidik dirumah dan berharap pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan. . Namun ada juga orang tua yang merasa lebih nyaman anaknya belajar dirumah karena mengnggap kesehatan diatas segala-galanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00