Produksi Hasil Pertanian Bagus, Petani Terkendala Rendahnya Daya Beli Masyarakat

Hasil Pertanian (Ist)

KBRN, Tabanan: Suhu dingin yang melanda di sejumlah wilayah di Provinsi Bali masih berpotensi terjadi sampai bulan Agustus hingga awal September. Pekaseh Subak Samsam Kabupaten Tabanan, I Nyoman Buaka dikonfirmasi di Tabanan pagi tadi mengatakan kondisi cuaca di Kabupaten Tabanan cukup mendukung pertumbuhan di sektor pertanian. Meski masuk di musim kemarau, namun ketersediaan air cukup memadai lantaran hujan masih sering turun dengan intensitas rendah. Nyoman Buaka menyebutkan pihaknya di Subak Samsam saat ini sedang mempersiapkan panen palawija di bulan Agustus mendatang.

“Kalau sekarang ini palawija ini yang dominan jagung sama kedelai, kalau sayur-sayuran itu kurang laku sekarang di pasaran. Selalu menumpuk dah di pesiapan ini. Kalau jagung itu, karena makanan ternak, bisa ya laris lah. Makanya harganya juga stabil. Baru akan panen ini makanya belum begitu dilepas sama petaninya, keburu diburu oleh tengkulak ini,” terang Pekaseh Subak Samsam Kabupaten Tabanan, I Nyoman Buaka, Sabtu (31/7/2021)

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida Dalem saat dihubungi di Klungkung, Sabtu (31/7/2021). Ia mengatakan ada sistem pembagian air untuk subak – subak di wilayah Kabupaten Klungkung. Sehingga akan berpengaruh terhadap pergiliran musim tanam.

“Khusus untuk petani kami, karena tiang kira aktifitas mereka, kita secara prinsip, kita tidak ada gangguan terhadap kondisi niki, bahkan mungkin produktifitas, aktifitas mereka tidak terganggu, dan dampak yang diperoleh sebagai akibat pandemic ini justru karena daya beli masyarakat menurun,” ungkap Ida Bagus Juanida Dalem saat dihubungi di Klungkung, Sabtu (31/7/2021)

Ida Bagus Juanida menyebutkan hingga saat ini hasil produksi pertanian di Kabupaten Klungkung cukup melimpah dengan harga pasar yang relative stabil. Hal itu membuktikan faktor musim tidak memberikan dampak signifikan. Namun kendala yang dihadapi saat ini justru menurunnya serapan hasil produksi karena pandemic covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00