PPKM Diperpanjang Lagi, Pelaku Usaha Gigit Jari

Desa Wisata Penglipuran (Ist)

KBRN, Denpasar:Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 kembali diperpanjang higga 2 Agustus 2021. Setelah beberapa kali diperpanjang, PPKM kali ini mengalami penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat. Meski demikian, I Gede Budiarta, owner warung makan Betutu Kober Poleng mengeluhkan dampak perpanjangan PPKM pada usaha kuliner yang dijalaninya. Selain kemerosotan omset sampai hampir 80%, Pria yang biasa disapa Ajik Kober Poleng menyebut dirinya bahkan sampai kehilangan pelanggan karena adanya penutupan akses jalan di sekitar warungnya.

“Tentunya sangat berdampak sekali pada usaha kecil saya, karena satu terkadang jalur yang memang sering dilewati pekerja yang belanja di warung jadi berkurang. Bahkan dengan ada penutupan akses jalan juga, kita betul-betul tidak bisa berkembang bahkan seperti sebelumnya kita ndak bisa artinya tidak bisa bertahan kayaknya,”

Sementara Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng menyebutkan sejak diberlakukannya PPKM Darurat hingga 2 Agustus nanti Desa Wisata Penglipuran masih ditutup. Namun ditambahkannya, Desa Wisata Penglipuran saat ini sudah sangat siap menyambut wisatawan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Desa Adat Pengelipuran sebagai sebuah Desa Wisata betul-betul kondisi saat ini sangat green, jadi betul-betul nol, tidak ada terpapar Covid-19. Nah dengan demikian selaku pengelola bisa segera dibuka tentu dengan protokol kesehatan para wisatawan, masyarakat kami. Jadi kami selaku pengelola tentu me-manage dengan sebaik-baiknya, bagaimana pariwisata bisa bangkit tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat,”

Nengah Moneng lebih lanjut menyebut, pihaknya akan terus berkordinasi dengan Kelian Adat Penglipuran terkait perpanjangan PPKM ini. Berbagai upaya telah dilakukan seperti menyiapkan fasilitas, penerapan protokol kesehatan, dan mekanisme kunjungan wisatawan, jikalau pariwisata bisa dibuka kembali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00