Kesadaran Masyarakat Melakukan Donor Darah Masih Kurang

Dirut RSD Mangusada Ketut Japa

KBRN,Denpasar: Kesadaran masyarakat Bali mendonorkan darah dinilai masih kurang. Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui manfaat melakukan donor darah, padahal jika rutin melakukan donor darah setiap enam bulan dampaknya sangat bagus untuk kesehatan.

Direktur Utama RSD Mangusada dr Ketut Japa kepada RRI di Badung, Senin (14/6/2021) mengatakan, ditambah suasana Pandemi saat ini menambah ketakutan masyarakat untuk melakukan donor darah. Dikatakan, untuk datang ke RSD Badung yang merawat pasien Covid masyarakat sudah merasa ketakutan apalagi diminta melakukan donor. 

“ Apa memang masyarakat yang belum paham atau ketakutan, nah ini kayanya dua-duanya. Memang dia belum paham memang dia ketakutan terhadap hal-hal apalagi proses pengambilan sesuatu ditubuhnya,” ucapnya.

Menurutnya, sedikitnya masyarakat yang mau melakukan donor darah membuat persediaan darah di RSD Badung tergolong langka untuk semua jenis golongan. Untuk memenuhi kebutuhan darah pasien yang tidak ada persediaan, diambilkan dari pendonor keluarga.

Ia menambahkan kegiatan PMI Badung dimasa pandemic ini sangat jarang turun ke lapangan. Berbeda dengan masa sebelum Pandemi hampir setiap hari tim PMI turun ke lapangan.2.43

“ Kalau tidak ada permintaan kita tidak berani ngambil ke suatu tempatlah. Ke hotel, apa lagi sekarang tidak ada penghuninya,” imbuhnya.

Dokter Ketut Japa mengatakan, meyadnya dalam beragama Hindu tidak hanya dengan menggunakan sarana banten tetapi menyumbangkan darah juga termasuk Yadnya. Ia berharap generasi muda kedepannya lebih memahami manfaat donor darah dan  bersedia menyumbangkan darahnya bagi orang yang memerlukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00