PPN Sembako Cocoknya Untuk Produk Impor

Prof Ramantha

KBRN,Denpasar: Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai -PPN untuk sembako-pendidikan dinilai semakin membebani masyarakat yang kini sedang berada dalam posisi sulit sebagai dampak Pandemi Covid-19. 

Pengamat ekonomi Bali Prof. Wayan Ramanta di Denpasar Senin (14/6/2021) mengatakan, kebijakan ini sangat tidak berkeadilan jika sembako dan pendidikan yang menjadi kebutuhan pokok dikenakan PPN.

“ Memang kurang berkeadilan karena semua masyarakat kena. Dilain sisi kebijakan sebelumnya ada misalnya memberikan diskon 100 persen bebas bea masuk untuk mobil 1500 CC itu , yang 2500 CC dikasi potongan 50 persen. Jadi kan mensubsidi masyarakat pengguna mobil katakannlah menengah ke atas,” ujarnya.

Prof Ramanta mengatakan, kebijakan tersebut tidak konsisten dengan asas keadilan. Dikatakan, salah satu fungsi pajak menurut uu dan teori adalah pengaturan. Dalam fungsi pengaturan ini seharusnya mengklasifikan sembako mana saja yang bisa dikenakan pajak tidak dipukul rata.

Dikatakan, jika memang Pemerintah akan mengenakan PPN sembako , maka sebaiknya yang dikenakan  PPN , sembako import contohnya bawang putih . Jika bawang putih import dikenakan PPN maka bawang putih yang dihasilkan oleh petani lokal akan mempunya daya saing. 

" Misalnya harganya menjadi lebih murah, Walaupun ongkos produksinya mahal sehingga akhirnya orang memproduksi. Akhirnya orang mengonsumsi sembako misalnya bawang gitu ya supaya dibeli bawang hasil petani dalam negeri," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00