Satgas Covid-19 Bali Imbau Sholat Idul Fitri di Rumah, Ini Alasannya

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin. (KBRN)

KBRN, Nusa Dua : Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali terus memantau eskalasi kasus jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah. 

Hal itu guna memutuskan izin sholat ied secara berjamaah, baik di Masjid maupun lapangan. 

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan, pihaknya tetap berpatokan pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 07 Tahun 2021. 

Surat Edaran itu menegaskan, soal pelaksanaan Sholat Ied Idul Fitri yang mengacu pada zonasi wilayah. 

Zonasi itu sesuai rekomendasi Satgas Covid-19 nasional yang diperbaharui setiap satu pekan sekali di hari Selasa. 

"Ini artinya, kita di Bali, ketika nanti Selasa tanggal 11 Mei 2021, updating zonasi dari Satgas Nasional masih tetap bertahan dengan kondisi sekarang, artinya 8 oranye dan 1 zona merah, kita dapat menyimpulkan, dan kami di Satgas tetap akan taat dan patuh terhadap substansi dan penegasan yang disampaikan di dalam SE Menteri Agama Nomor 07 Tahun 2021," ungkapnya kepada wartawan di Nusa Dua, Sabtu (8/5/2021). 

Bila pada Selasa 11 Mei 2021 belum ada perubahan zona di 9 kabupaten/kota di Bali, maka tidak diperkenankan pelaksanaan Sholat Ied secara berjamaah. 

Oleh karenanya Rentin mengimbau umat Muslim di Bali melaksanakan persembahyangan Idul Fitri di rumah masing-masing. 

"Saya selaku Sekretaris Satgas meneruskan Surat Edaran Menteri Agama, kepada seluruh tokoh agama, khususnya rekan-rekan kita di Muslim, untuk bisa taat dan patuh terhadap subtansi, apa yang digariskan di dalam SE Menteri Agama Nomor 07 Tahun 2021, yang intinya adalah kita di Bali masih dalam zona oranye, dan merah, diimbau dan diharapkan untuk tidak melaksanakan Sholat Idul Fitri secara berjamaah, yang substansi dari SE itu adalah mengimbau untuk tetap melaksanakan persembahyangan di rumah saja," tegasnya. 

"Kita masih ada 8 kabupaten yang masih dalam zona oranye. Kemudian satu kabupaten yang ada pada zona merah. Dalam Surat Edaran Menteri Agama, terhadap daerah yang memiliki zona merah, dan zona oranye, pelaksanaan Sholat Ied dilaksanakan di rumah saja, tidak boleh melaksanakan Sholat dan sembahyang berjamaah," sambungnya. 

Ketika nantinya ada umat yang bersikeras melaksanakan Sholat Ied secara berjamaah, Satgas akan melakukan sejumlah langkah. 

Salah satunya dengan menyampaikan imbauan secara persuasif. 

Cara itu ditempuh, agar pendekatan kepada seluruh umat beragama bersifat humanis dan mendidik. 

"Kami dari Satgas tentu akan melakukan kontrol, patroli, melaksanakan monitoring dan evaluasi, di bawah koordinasi teman-teman kami dari Satpol PP selaku koordinator penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan, jika itu dilakukan tentu awali dengan pendekatan persuasif," sebutnya. 

"Tentu langkah preventif kami lakukan. Dari awal sudah melakukan pendekatan kepada seluruh tokoh agama termasuk juga Ketua FKUB, kita memberikan imbauan, memohon untuk mengkoordinasikan kepada seluruh tokoh agama, kiranya Surat Edaran Menteri Agama sama-sama bisa kita taati," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00