Hari Talasemia Se-Dunia, Bali Belum Zero Kasus

Kegiatan Donor Darah di UTD RSUP Sanglah Denpasar untuk para pasien

KBRN, Denpasar: Hari Talasemia Sedunia diperingati setiap 8 Mei.  Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang talasemia dan membantu pasien menjalani hidup normal meski menyandang sakit.

Talasemia merupakan penyakit kelainan darah akibat  ketidakmampuan memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. Di Bali pun sampai saat ini belum mampu zero kasus talasemia.  

Berdasarkan data RSUP Sanglah Denpasar tercatat 94 pasien penderita talasemia masih rutin menjalani pengobatan berupa transfusi darah.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP Sanglah dr. Ni Kadek Mulyantari kepada RRI Sabtu, (8/5/2021) mengatakan setiap bulannya UTD RSUP Sanglah bekerjasama dengan UTD PMI propinsi Bali wajib menyediakan minimal 131 kantong darah untuk pasien talasemia.

“Kalau data di 2020 rata-rata kebutuhan darah untuk pasien talasemi itu 131 kantong, kalau jumlah pasien yang masuk per bulan rata-rata 94 pasien”, ujarnya.

dr. Ni Kadek Mulyantari lebih lanjut menjelaskan seiring perkembangan teknologi kedokteran, pasien Talasemia tidak perlu lagi menjalani pengobatan dengan rawat inap, tetapi dapat dilakukan dengan rawat jalan.

“Saat ini seiring perkembangan teknologi kedokteran, pengobatan pasien itu bisa melalui transfusi darah one day care. Pasien itu tidka perlu rawat inap, jadi setelah transfusi pasien itu diobservasi beberapa jam, setelah itu diijinkan langsung pulang”, jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00