Hore! Manfaat Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan Naik Signifikan

KBRN, Denpasar : BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali mendapatkan mandat untuk menunaikan kewajiban memberikan beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta. 

Mandat itu tidak berselang lama pasca terbitnya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, 

Peningkatan manfaat beasiswa BPJS Ketanagkerjaan merupakan penjabaran dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK JKM.

Pembayaran beasiswa ini ditunaikan setelah aturan turunan dari PP Nomor 82 Tahun 2019 yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT, efektif berlaku pada 1 April 2021. 

Permenaker ini mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT, dengan salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta.

Berdasarkan Permenaker tersebut, beasiswa pendidikan anak diberikan pada ahli waris peserta yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak cacat total tetap atau meninggal dunia.

Manfaat beasiswa ini diberikan untuk 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp174 juta, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1). 

Kriteria anak yang dapat menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja, belum menikah, dan di bawah usia 23 tahun.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Toto Suharto menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021.

Alasannya, BPJAMSOSTEK dapat segera mengeksekusi penyerahan beasiswa bagi ahli waris peserta. 

"Adapun beasiswa ini  membiayai anak dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami musibah, artinya meninggal dunia atau cacat total tetap," katanya di Denpasar, Rabu (21/4/2021). 

"Yang bersangkuran dibiayai sampai dengan kuliah, sesuai dengan PP 82 Tahun 2019, peningkatan manfaat, yang dulunya hanya Rp12 juta berapapun anaknya, tapi sekarang menjadi berjenjang, yaitu dua orang anak sampai dengan Rp174 juta," imbuhnya. 

Toto Suharto mengatakan, penyerahan manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK itu dibayarkan secara simbolis di seluruh Indonesia pada Rabu 21 April 2021. 

"Untuk total seluruhnya yang tadi disampaikan akan diselesaikan sampai dengan Lebaran sampai akhir Mei 2021 itu sebanyak 10.481 dengan totalnya Rp151 miliar. Untuk wilayah Banuspa itu ada 503 anak yang mendapatkan hak beasiswanya. Sedangkan untuk Provinsi Bali itu 230 anak," ungkapnya. 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda pada kesempatan yang sama menyambut baik kepedulian BPJAMSOSTEK kepada anak peserta yang mengalami musibah. 

"Program ini sesuai visi misi Pemprov Bali. Kami di Dinas Ketenagakerjaan, dan ESDM Provinsi Bali tentunya sangat menyambut baik program ini. Karena dengan mengikuti program di BPJAMSOSTEK, para pekerja mendapatkan kepastian terhadap akses jejaring pengaman sosial," sebutnya. 

Sementara Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Bali-Denpasar, Mohamad Irfan mengaku pihaknya akan menjalankan seluruh amanat pemerintah melalui sejumlah regulasi yang telah diterbitkan.

Khusus manfaat beasiswa, ia menyebut, hal ini sangat membantu para peserta didik yang kehilangan orang tua sebagai sumber pemberi nafkah rumah tangga. 

"Tentu dengan adanya bantuan ataupun jaminan beasiswa, maka mereka dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi," ucapnya.

"Kami di kantor cabang Bali Denpasar terhadap yang 230 tadi akan segera diselesaikan, paling tidak sebelum Hari Raya Idul Fitri sudah dapat kami serahkan kepada anak dari peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami musibah yaitu meninggal dunia dan cacat total tetap," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00