Festival Kuliner Gianyar Meriahkan HUT Kota Gianyar Ke-250

KBRN,Gianyar : Selain Launching Produk AMDK “Be Gianyar Mineral Water” Bupati Gianyar Made Mahayastra meninjau pelaksanaan Festival Kuliner Gianyar, yang merupakan implementasi dari Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama, antara Bupati Gianyar dengan Indonesian Chef Association atau ICA Daerah Gianyar, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar.

Dimana dalam kesepakatan tersebut, dirancang kerjasama pembinaan dan pemberdayaan Kuliner Gianyar, kepada para pelaku usaha kuliner, dan masyarakat Gianyar

Bupati Mahayastra mengatakan untuk membangkitkan kembali Pariwisata Gianyar, inovasi terhadap berbagai produk unggulan pariwisata Gianyar, harus terus digalakkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, mengadakan Road Show ke seluruh Desa dan Kelurahan termasuk Desa Wisata di Kabupaten Gianyar. Sehingga keanekaragaman kuliner yang disajikan di Desa Wisata, akan menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan yang datang.

Deputi Pengawas Pangan Olahan BPOM Republik Indonesia Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes mengatakan program pemberdayaan desa sangat sejalan dengan dengan program desa pangan aman yang diinisiasi oleh BPOM. Program ini juga mengikutsertakan dan menitikberatkan komunitas desa untuk mewujudkan keamanan pangan secara konfrehensif. " Agar dapat menyediakan pangan yang aman, berkualitas, dan bermutu serta menjadi konsumen yang cerdas dan sadar pangan yang aman," ujarnya

Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes berharap agara program ini dapat disinergikan dan diadopsi dalam program berbasis pemberdayaan masyarakat desa yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar. Sebab pemerintah daerah turut memegang peran penting pada pengawasan obat dan makanan di daerah sebagaimana diatur dalam undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan instruksi presiden no 3 tahun 2017 tentang peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan.

" Serta pada tahun 2021 pemerintah Kabupaten Gianyar mendapatkan dana alokasi khusus atau DAK non fisik sebesar 489,5 juta yang merupakan stimulus untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pengawasan obat dan makanan. Sinergi ini juga sejalan dengan undang-undang cipta kerja untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM  melalui percepatan perizinan," ujarnya.

Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes mengatakan saat ini Kabupaten Gianyar memiliki 15 produsen pangan olahan yang terdaftar pada BPOM yaitu, 1 usaha mikro, 2 usaha kecil, 10 usaha menengah, dan 2 industri besar. Selama tahun 2016 sampai 2021 BPOM telah menerbitkan 80 izin edar pangan olahan khusus dari Kabupaten Gianyar yaitu 4 produk pangan dari usaha mikro, 3 produk pangan dari usaha kecil, 69 usaha menengah, dan 4 industri besar.

Dikatakan, BPOM mendukung Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk mengembangkan produk pangan olahan.

“Kami mengapreasiasi upaya Pemerintah Gianyar untuk memproduksi Air Minum Dalam Kemasan yang aman, bermutu bagi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal," ujar Rita Endang.

Terlihat ada tiga kegiatan utama dalam GIFFEST tahun ini yakni, Peluncuran Air Minum Dalam Kemasan ”Be Gianyar Mineral Water”, Festival Kuliner Gianyar, dan Pembinaan dan Pemberdayaan Kuliner Gianyar dengan Road Show ke seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Gianyar yang dirangkai menjadi satu event, agar kuliner khas Gianyar terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata, serta menanamkan dalam benak masyarakat Gianyar bahwa ”Be Gianyar Mineral Water teman setia Kuliner Gianyar” dan ”Be Gianyar Mineral Water menjadi air minumnya masyarakat Gianyar”.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00