FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Perdiknas Denpasar Dorong Implementasi Merdeka Belajar

Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi melakukan pemotongan tumpeng pada perayaan HUT ke-46 SMP Nasional Denpasar. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional Denpasar menyelenggarakan perayaan HUT ke-46, Rabu (2/12/2020).

Perayaan hari jadi sekolah yang berlokasi di Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 15, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan itu berjalan sederhana dan khidmat. 

Pandemi COVID-19 juga memaksa perayaan HUT ke-46 tahun ini dilangsungkan secara tatap muka dan dalam jaringan (daring). 

Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Dr. Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-46 SMP Nasional Denpasar. (KBRN)

Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Dr. Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda dalam sambutannya mengapresiasi berbagai torehan SMP Nasional Denpasar dalam setahun terakhir. 

Ia pun angkat topi atas keberhasilan SMP Nasional Denpasar mengatrol jumlah siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. 

"Dulu SMP enam kelas, sekarang tujuh setengah kelas. Hampir 20 sampai 30 persenlah peningkatannya. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tetapi saya bersyukur. Mungkin ini hasil dari proses dua sampai enam tahun yang sudah kita lakukan, sehingga baru dirasakan buahnya sekarang," katanya kepada RRI di SMP Nasional Denpasar, Rabu (2/12/2020). 

Berbicara pandemi COVID-19, Perdiknas kata Ngurah Eddy mendorong seluruh unit, baik Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), SMK Teknologi Nasional maupun SMP Nasional Denpasar menerapkan Merdeka Belajar. 

Konsep yang digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim disebut relevan dengan pandemi COVID-19. 

"Kami sedang mempersiapkan Merdeka Belajar dilingkungan Perdiknas Denpasar. Prinsipnya dari segi fasilitas kami sudah sangat siap. Tetapi dari sisi akademis, saya masih menunggu bagaimana detailnya dari Kepala SMP Nasional Denpasar, dan Kepala SMK Teknologi Nasional. Tetapi dari segi non akademis saya menjamin bahwa Perdiknas siap," ujarnya. 

Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi pada kesempatan yang sama pun menyampaikan kesiapan menerapkan konsep Merdeka Belajar. 

Merdeka Belajar disebut sejalan dengan tema HUT ke-46 SMP Nasional Denpasar yaitu "Semangat Berkarya dan Terus Berprestasi di Dalam Pandemi COVID-19 dan Mewujudkan Merdeka Belajar". 

"Dimana SMP Nasional Denpasar dalam Merdeka Belajar ini memberikan sesuatu kepada seluruh siswa dan warga sekolah untuk mengembangkan diri lebih berprestasi dan mengedukasikan diri dalam mewujudkan pencerdasan anak bangsa dimasa pandemi COVID-19," ucapnya. 

"Bagaimana caranya? Kita akan memberikan kepada anak-anak didik kami, dan dengan kesempatan yang berbahagia ini untuk lebih giat belajar mencari sesuatu, mengembangkan pembelajarannya secara mandiri. Nah dimana kalau mereka membutuhkan suatu bantuan atau pertolongan dalam proses belajar mengajar, kami siap mengikuti, dan mendampingi mereka semua dalam menempuh pendidikan di SMP Nasional Denpasar," sambungnya. 

Supadmi lebih lanjut mengatakan, skema Merdeka Belajar yang diterapkan yaitu dengan pemberian materi pembelajaran yang sesuai kondisi terkini. Hal itu menurutnya akan dikolaborasikan dengan konsep pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya kembali dilaksanakan bulan Januari 2021. 

"Bulan Januari 2021 kami siap melaksanakan PTM. Kami akan memberikan materi pembelajaran setiap datang itu dengan satu jam pelajarannya itu 30 menit, dengan memberikan materi yang sudah kami siapkan sesuai dengan jadwal pelajaran, semuanya diselesaikan di sekolah, dan tidak memberikan beban kepada mereka, agar nanti pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah itu sangat bermanfaat, berguna, dan melekat sepanjang masa," tuturnya.

Selain pola pembelajaran, konsep Merdeka Belajar juga ditunjang oleh berbagai sarana prasarana. SMP Nasional Denpasar disebut memiliki sejumlah fasilitas gedung yang representatif dengan halaman yang sangat memadai. 

"Kita dari sarana prasarana sudah bisa mendukung, baik dari ruangan, dari tenaga pendidikan maupun tenaga kependidikan," tegasnya. 

Supadmi yakin, dengan konsep Merdeka Belajar ini akan mampu meningkatkan kualifikasi siswa. Hal itu tentunya diharapkan berbanding lurus terhadap upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Mansuaia (SDM) Indonesia. 

"Kalau kita memberikan pendampingan yang betul-betul mereka butuhkan, itu pasti akan meningkatkan kualitas siswa. Untuk itu kami dari SMP Nasional Denpasar tidak segan-segan, selalu mendampingi anak didik dalam proses belajar mengajar," pungkas Supadmi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00