Perdiknas Siap Jalankan Pembelajaran Tatap Muka

Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Sejumlah satuan pendidikan di Bali siap menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM). Kesiapan ini sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perihal pelaksanaan PTM dimasa pandemi COVID-19. 

Sebelumnya empat kementerian telah mengeluarkan kebijakan baru terkait pembelajaran dimasa pandemi COVID-19. Kebijakan itu berupa pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di zona kuning. 

Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda mengakui, pihaknya telah siap untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

"Saya selalu berpikir di akreditasi. Di akreditasi nanti nilainya A kalau pembelajaran tatap muka itu 50 persen. Misalnya 14 kali, maka 50 persennya 7 kali tatap muka di ruangan, 7 kali melalui media-media lain. Sebetulnya tanpa ada zona kuning jalan kok. Apalagi sekarang ada anjuran dari Pak Menteri," katanya kepada wartawan di Denpasar, Rabu (18/11/2020). 

Kesiapan itu kata Ngurah Eddy telah diikuti dengan kalkulasi matang soal proses PTM yang relevan ditengah pandemi COVID-19. Ia mengakui, infrastruktur yang dimiliki Perdiknas sangat mendukung pembelajaran tatap muka sesuai standar protokol kesehatan. 

"Begitu sudah oke dengan 50 persen katakanlah, kan senang anak-anak. Tidak kelabakan kita," ujarnya.

Meski demikian, ada beberapa hal lain perlu diperhatikan sebelum pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan. Salah satunya kesepakatan orang tua dan tenaga pendidik soal kebijakan 50 persen siswa dari kapasitas masing-masing rombongan belajar. 

"Kalau itu tidak disepakati, kembali lagi akan menjadi klaster baru. Karena sekarang siswa SMPnya ada 7 kelas, yang berikutnya 7 kelas, dan yang paling tua itu 10 kelas. Kalau itu masuk semua, saya pikir akan berisiko," ucapnya. 

"Yang kedua kan, karena pertahanan diri masing-masing siswa kan berbeda. Makanya ketika itu terjadi, maka saya akan diskusi dengan Kepala SMP, apa yang bisa dibantu oleh lembaga untuk mempersiapkan atau menyempurnakan protap kesehatan yang belum bisa disediakan oleh masing-masing unit," imbuhnya. 

Selain itu, Perdiknas juga sudah menghitung biaya tambahan untuk pembelajaran tatap muka dimasa pandemi COVID-19. Ia memastikan, Perkumpulan Pendidikan Nasional siap dengan biaya tambahan yang bakal muncul. Pertimbangannya adalah, biaya tersebut hanya bersifat temporer selama pagebluk corona. 

"Ketika vaksinnya keluar, semua sehat, kan kembali ke normal," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00