Optimalisasi Hasil Pertanian, Undiknas Kembangkan PRITA Laboratory

Optimalisasi Hasil Pertanian, Undiknas Kembangkan PRITA Laboratory. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Undiknas melalui platform Techno-researchpreneur University selalu berusaha adaptif terhadap modernisasi dan digitalisasi pengembangan produk yang berdaya guna bagi masyarakat. 

Hal itu sebagai respon terhadap perkembangan teknologi diera digital yang semakin cepat. Perkembangan teknologi ini berbanding lurus dengan upaya meringankan pekerjaan manusia. 

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Teknologi Informasi, Undiknas menindaklanjuti hal tersebut dengan membangun laboratorium pertanian yang berbasis teknologi (pertanian presisi). 

Pembangunan laboratorium ini diinisiasi Rektor Undiknas, Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos.,M.M. Laboratorium ini kemudian dikenal dengan sebutan Precision Agriculture Laboratory (PRITA Laboratory).

Nyoman Sri Subawa mengemukakan, PRITA Laboratory ini sebagai ruang bagi dosen Prodi Teknologi Informasi untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki. 

"Undiknas tidak memiliki Program Studi Pertanian, tetapi mampu dalam mengembangkan teknologi yang yang berdaya guna untuk membantu masyarakat," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu (5/8/2020). 

"Pertanian Presisi mampu menghasilkan berkelipatan lebih banyak daripada sistem konvensional, tidak terpengaruh oleh lingkungan sehingga petani dapat bertani tanpa terikat musim, menarik untuk dilihat, bebas pestisida dan zat kimia berbahaya," lanjutnya. 

Rektor Undiknas menjelaskan, PRITA Laboratory dirancang dalam dua jenis Smart Farming 4.0 untuk kulturisasi tanaman buah dan tanaman sayur. 

Sistem ini dibangun berbasis teknologi Hydroponic Bato Bucket Systems dan Aeroponic Verticulture. Keduanya diimplementasikan dalam kategori fragmented media beds. 

Metode kulturasi fragmented media beds, khususnya Bato Bucket dan Aroponic Verticulture memiliki banyak keunggulan dalam hal kontrol penyakit, efesiensi dan kemudahan pemeliharaan. 

"Sistem ini merupakan sistem kulturisasi yang paling bergantung pada adanya teknologi kontrol dan otomatisasi agar dapat beroperasi secara optimal. Oleh karena itu, PRITA Laboratory berfokus untuk menyediakan fasilitas untuk penelitian dan pengembangan di kedua sistem tersebut," jelasnya. 

Nyoman Sri Subawa lebih lanjut menjelaskan, PRITA Laboratory merupakan produk unggulan Universitas Pendidikan Nasional untuk membantu ekonomi petani yang ada di Desa Binaan Undiknas. 

Petani di Desa Penebel Kabupaten Tabanan akan dipermudah dari segi perawatan dan pemeliharan tanaman. 

"Selain itu PRITA juga menargetkan luaran berupa artikel penelitian serta produk berupa purwarupa siap uji yang berkaitan dengan piranti cerdas, emebedded system, artificial intelligent, expert system, serta sistem mandiri energi yang menggunakan sumber energi terbarukan untuk mentenagai kulturasi pangan," pungkas Rektor Undiknas, Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00