Belajar “Cerita” di RRI

KBRN, Denpasar: Hari pertama dimulainya Tahun Ajaran Baru di tengah pandemi covid-19 Senin, (13/7/2020), LPP RRI Denpasar tetap berkomitmen menyajikan proses pembelajaran menarik bagi para siswa-siswi yang masih melakoni pembelajaran online di rumah masing-masing.

Dalam segmen Belajar di RRI Senin, (13/7/2020) menghadirkan narasumber Guru Bahasa Indonesia SD 1 Dajan Peken Tabanan Ni Luh Ayu Nitya Laksmi, S.Pd.M.Pd. dengan ulasan materi “Cerita”.

Melalui gaya atraktif, dengan butir-butir penjelasan yang disampaikan lengkap dengan contoh-contoh peristiwa, para siswa lebih mudah memahami materi ajar yang disampaikan. Materi diawali dengan pengenalan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam sebuah cerita. Unsur instrinsik cerita terdiri dari tema, tokoh dan penokohan, alur, latar atau setting, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat.

“Ada banyak manfaat yang kamu dapat dari membaca cerita. Dalam unsur cerita yang memegang peranan penting itu adalah unsur amanat. Ini memotivasi para siswa agar bisa meniru tokoh-tokoh yang baik melalui amanat dalam cerita itu”, ujarnya.

Nitya mengatakan cerita itu tidak hanya untuk dibaca saja, melainkan ada berbagai cara menarik untuk memahami isi cerita, mulai dari mendengar atapun menonton langsung cerita tersebut melalui berbagai media sosial dan elektronik.

Guru SD 1 Dajan Peken Tabanan itu lebih lanjut memperkenalkan unsur ekstrinsik dalam cerita yakni Latar Belakang Masyarakat, Latar Belakang Penulis, dan Nilai yang terkandung dalam cerita.

“Novel Mira W, latar belakangnya banyak bercerita tentang dunia kedokteran. Ini dikarenakan latar belakang penulis sebagai orang yang bekerja di bidang kedokteran”, paparnya.

Pasca mendengar ulasan tersebut, Shela asal Denpasar menyampaikan ketertarikannya untuk menjadi seorang penulis, namun dirinya masih bingung dalam menentukan karakteristik cerita.

“Saya ingin menjadi seorang penulis, tetapi untuk menulis karaketeristik seperti apa yang bisa ditulis dan bagaimana menentukannya”, ucapnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Nitya mengatakan dalam menentukan karakteristik cerita harus disesuaikann dengan karakter dan gaya hidup penulis. Hal tersebut akan lebih mudah dalam menyampaikan ide serta alur cerita yang dibuat.

Tak hanya Shela, namun ada pertanyaan menarik yang dilontarkan Rendra asal Denpasar. Dalam membaca cerita dirinya lebih menyukai membaca komik dibandingkan cerita novel ataupun cerpen.

Guru Bahasa Indonesia SD 1 Dajan Peken Tabanan Nitya Laksmi pun menjawab bahwa kegemaran membaca komik juga memiliki manfaat bahwa pembacanya akan menjadi lebih imajinatif dan kreatif. Oleh karenanya bagi orang tua, diharapkan tidak langsung menyalahkan atau melarang anaknya bila memiliki hobi membaca komik, meskipun pengawasan tetap harus dilakukan agar anak yang bersangkutan tidak melalaikan kewajiban lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00