Jamin Keterserapan Lulusan, Ini Strategi ITB STIKOM Bali

Jamin Keterserapan Lulusan, Ini Strategi ITB STIKOM Bali. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Label "pabrik pengangguran intelektual" memaksa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta meningkatkan kualifikasi lulusan.

Tidak hanya membekali dengan soft skill serta hard skill, perguruan tinggi di Tanah Air juga gencar menggalang kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Salah satu strategi itu dilakukan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali. Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan menyampaikan, pihaknya telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan 200an perusahaan.  Kerjasama dengan ratusan DUDI itu diharapkan mampu mengatrol keterserapan lulusan.

"Kebanyakan kerjasama ini dilakukan dibidang rekrutmen, dibidang pemagangan dan juga tidak sedikit yang kerjasama dibidang penelitian. Jadi kami sadar sedalam-dalamnya bahwa kerjasama ini sangat penting. Karena itulah kepuasan daripada kami, bahwa para lulusan dapat diterima didunia usaha dan dunia industri secepat-cepatnya," ungkapnya kepada RRI di Denpasar, Jumat (10/7/2020).

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan. (Istimewa)

Dadang lebih lanjut mengatakan, ITB STIKOM Bali telah mendirikan inkubator bisnis. Inkubator bisnis itu ditujukan bagi para alumni dan 6.450 mahasiswa yang ingin berwirausaha.

"Itulah wadah yang bisa dipergunakan untuk merintis usahanya," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penempatan kerja bagi para mahasiswa maupun alumni. ITB STIKOM Bali dipastikan akan memfasilitasi para alumni untuk disalurkan ke dunia usaha dan dunia industri sesuai keahlian serta minat masing-masing.

"Karena kami setiap hari, rata-rata dua sampai tiga perusahaan yang memohon tenaga kerja kepada kami, dibidang TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi). Jadi alumni-alumni kami ini tidak kesulitan untuk mencari kerja," katanya.

"Karena memang kita ketahui bahwa ahli komputer atau sarjana komputer ini selalu dibutuhkan disemua sektor usaha, semua bidang usaha. Termasuk masa pandemi ini pun, Telkom menyurati kami, membutuhkan 100 tenaga kerja bidang IT dengan latar belakang S-1 IT, untuk ditempatkan di grup-grup perusahaan Telkom, dan sampai dengan akhir tahun 2020 mereka memerlukan sekitar 1.000 orang Sarjana Teknologi, Informasi, dan Komunikasi," tutup Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00