Berkat Topeng Bondres , I Gusti Ngurah Ananjaya Raih Gelar Doktor

Sidang Promosi Doktor I Gusti Ngurah Ananjaya (Tengah)

KBRN,Denpasar: Ditengah kesibukan melayani umat Hindu dengan berbagai jabatan yang diembannya, diantaranya Penyuluh Agama Hindu PNS Kementerian Agama Kabupaten Karangasem, Sekretaris PHDI Karangasem, Tim Pembuat Awig-Awig, Anggota Prajaniti Kabupaten Karangasem dan masih banyak lagi jabatan lainnya di organisasi-organisasi, I Gusti Ngurah Ananjaya berhasil menyelesaikan studi di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan mengambil program studi Doktor Ilmu Agama.

Berkat kegigihan dan ketekunannya suami dari I Gusti Ayu Witari,S.Ag berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul “Pementasan Seni Topeng Bondres Sebagai Media Penyuluhan Agama Hindu Kementerian Agama Di Bali” didepan para Dosen penguji di Auditorium kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Selasa (17/5/2022).

Gusti Ngurah Ananjaya tertarik mengangkat judul tersebut sebagai alternative untuk menyampaikan ajaran agama Hindu secara selektif, inovatif dan komunikatif kepada masyarakat sehingga penyuluhan agama tidak terkesan monoton.

“ Dan berjalan sesuai dengan apa yang diprogramkan dari Kementerian Agama sehingga sesuai dengan tugas serta fungsi dari penyuluh itu sendiri,” ucapnya.

Gusti Ngurah Ananjaya berharap hasil penelitiannya ini berguna bagi nusa dan bangsa khususnya para penyuluh Kementerian Agama di Bali.

Dibawah Arahan Promotor Prof.Dr.Drs. I Made Surada, M.A, dan Kopromotor Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum,  Ayahanda dari I Gusti Ayu Sabhaina Jayantari, SH , I Gusti Ayu Twin Jayantari, I  Gusti Ayu Sarjani Wedawati, I Gusti Ngurah Oka Winartha Vikaso dan I Gusti Ngurah Kerta Sadhu Gunawan berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu.

Direktur Pasca Sarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof.Dr.Dra.Relin D.E., M.Ag mengaku bangga dengan karya mahasiswa yang mengangkat tema beraneka ragam tetapi tidak meninggalkan ilmu agama Hindu.

“ Karena hal-hal yang sifatnya sederhana, yang sifatnya sangat unik itu bisa diangkat oleh mahasiswa kita , mahasiswa S3 ilmu agama dengan baik, dengan apik sehingga nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Prof. Relin mengatakan dalam penyuluhan agama Hindu sangat sulit untuk memberikan mediasi antara penyuluh dengan umat sehingga adanya model-model tertentu contohnya adalah dengan pementasan tari bondres akan mempermudah umat dalam memahami ajaran Agama Hindu.

“ Dengan menonton pementasan tarian tersebut, masyarakat tidak sulit dalam mengingat maupun mendengarkan terkait dengan ajaran Hindu itu sendiri meskipun dengan mediasi yang lain,”imbuhnya.

Prof Relin berharap hasil penelitian ini menjadi buku sehingga dapat menjadi pedoman bagi masyarakat khususnya Hindu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar