Asian Beach Games Ditunda, Ini Respon FOKSI

KBRN, Denpasar: Komite Olimpiade Asia (OCA) memutuskan menunda Asian Indoor & Martial Arts Games hingga Maret 2022, sementara Asian Beach Games (ABG) kemungkinan akan ditunda hingga tahun 2023 mendatang.

Menyikapi penundaan ini, Komite Olimpiade Indonesia menerima keputusan yang diambil OCA karena diambil demi keselamatan bersama.  

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari juga akan berkoordinasi dengan induk organisasi cabang olahraga serta Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait pelaksanaan pemusatan latihan untuk kedua multievent ini.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Jendral (Sekjen) Pengurus Besar Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (PB FOKSI) Maryoto Subekti kepada RRI di Denpasar Selasa, (19/1/2021) juga mengaku legowo dengan penundaan tersebut. Namun untuk menghibur kegalauan atlet, PB FOKSI masih berupaya mencari event alternatif, sambil menunggu pandemi covid-19 mereda.

“Ya kalau sudah ditunda kita menyesuaikan. Kalau sudah keputusan pemerintah kita harus mengikuti. Kita sementara masih akan melihat situasinya.Kegiatan tertunda pasti ada pertimbangan, tapi sampai saat ini kita masih belum dapat juklak terkait pelaksanaan event, jadi kita masih menunggu”, ujarnya.

Dihubungi terpisah pelatih kabaddi Gianyar Gede Pranayana menyayangkan penundaan Asian Beach Games untuk ketiga kalinya, padahal Gianyar sudah mempersiapkan atlet andalannya atas nama Ni Made Praarthini Samitha Santih untuk menghuni pelatnas Asian Beach Games. Namun dalam kondisi pandemi saat ini, ia memaklumi kesehatan dan keselamatan atlet merupakan prioritas utama.

“Kalau ingin atlet kabaddi berada di level tertinggi memang mereka harus diberi kesempatan bermain. Kalau ABG dipindah 2023, tidak bisa kita ajak atlet langsung bermain saja, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana try out dan try in mereka agar kemampuan mereka tetap berada di atas rata-rata”, tegasnya.

Gede Pranayana menambahkan dengan sisa waktu yg cukup banyak menuju tahun 2023, dirinya bertekad melahirkan bibit anyar di sektor putri agar lebih banyak dapat ikut seleknas. Saat ini selain Samitha Santih,, ada 5 atlet junior putri potensial yang siap diorbitkan menjadi atlet berkaliber Nasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00