Tim Tinju PON Bali Harapkan Papua Jaga Objektivitas Penilaian

KBRN, Denpasar: Kontingen tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali berharap objektifitas penilaian dalam multi event olahraga empat tahunan di Bumi Cendrawasih 2021 tetap terjaga.

Manager Cabor Tinju PON Bali Made Muliawan Arya di sela-sela Siaran Bina Atlet (Si-Balet) RRI Denpasar di GOR Lila Buana Denpasar Jumat, (16/10/2020) mengaku sangat dirugikan dengan subjektifitas penilaian di cabor adu jotos pada PON 2016 di Jawa Barat.

“Waktu di Jabar kacau sekali, kita sangat dirugikan. Nanti di Papua saya harapkan objektif, kalau di sana 100 persen objektif saya yakin Bali pulang membawa emas”, tegasnya.

Disinggung soal strategi yang akan diterapkannya nanti untuk merealisasikan target 1 hingga 2 Emas yang dibebankan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali kepada cabor Tinju, pria yang akrab disapa De Gajah Itu mengatakan soal strategi harus ditentukan atlet sendiri saat bertemu lawan di medan laga. Namun menurutnya target 1 atau 2 Emas dari KONI tersebut diakui cukup realistis dengan Peta kekuatan atlet tinju Bali saat ini.

“Strategi itu tergantung atlet masing-masing. Kita tugasnya memotivasi mereka, itu PR pelatih juga. Kalau strategi kita sudah istimewa tapi niat atlet kurang, kita tidak akan maksimal”, ucapnya.

Pada kesempatan sama Pelatih Tinju PON Bali Yulianus Leo Bunga mengakui saat pandemi ini intensitas latihan atlet memang menurun. Bahkan kondisi fisik sejumlah atletnya juga terpantau menurun, mengingat latihan mandiri yang dijalani kurang maksimal.

“Stamina atlet kurang sekali sekarang, kita tidak pernah lari-lari jauh di objek wisata, jadi mereka hanya latihan di rumah saja, seharusnya petinju itu intensitas latihannya tinggi, minimal itu jogging 10 kali putaran”, ungkapnya.

Coach Yulianus berharap awal tahun 2021 pemerintah sudah menyediakann vaksin untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, sehingga intensitas latihan para petinju Bali dapat ditingkatkan. Selain Itu ditutupnya fasilitas Umum seperti Lapangan Niti Mandala Denpasar juga merugikan atlet, karena lapangan tersebut merupakan tempat atlet melaksanakan jogging rutin pagi dan sore.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00