Judo Bali Bingung Menuju Tatanan Kehidupan Baru

KBRN, Denpasar: Pemerintah secara perlahan mulai menerapkan kebijakan menuju tatanan kehidupan baru.

Namun bagi cabang olahraga di Bali, tidak semua protokol kesehatan pencegahan covid-19 dapat terlaksana bila tatanan kehidupan baru mulai dijalankan.

Wakil Ketua Umum Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali Nengah Sudiartha kepada RRI Selasa, (2/6/2020) mengaku bingung mencari formula latihan bagi para atlet dengan tatanan kehidupan baru. Judo merupakan salah satu cabor yang harus melakukan body contact selama berlatih.

“Walaupun menuju tatanan kehidupan baru, tapi kita di judo tetap paling berat, karena kita olahraga kontak langsung. Saya memang setuju diterapkan tatanan kehidupan baru itu, tapi kita masih harus cari formula dulu, seperti apa nanti pola latihannya agar tidak bersentuhan”, ungkapnya.

Sementara itu atlet judo Bali Kadek Anny Pandini mengatakan siap mengikuti instruksi pelatih dan pengurus PJSI Bali. Namun dirinya juga kebingungan bagaimana mencari sparing partner bila selama latihan tidak boleh melakukan body contact.

“Mungkin kita memang harus mulai secara bertahap, karena kita olahraga body contact dna kita harus punya sparing. Kalau selama latihan mandiri saya pakai sparingnya pakai alat-alat lain, tidak pakai sparing orang”, tuturnya.

Pejudo peraih emas Sea Games 2019 Filipina itu menambahkan saat ini sambil menanti system latihan pada tatanan kehidupan baru, dirinya berlatih mandiri di rumah menggunakan alat peraga sebagai sparing partner. Namun diakuinya hal tersebut kurang efektif.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00