Tak Ada Dana Insentif Pelatda PON, KONI Bali Akan Kucurkan Tali Kasih

KBRN, Denpasar: Kegelisahan ratusan atlet pelatda PON Bali menanti dana insentif yang belum cair akhirnya dijawab oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali.

Melalui konferensi pers di kantor KONI Bali Jumat, (29/5/2020) Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi didampingi sejumlah petinggi KONI Bali menjelaskan bahwa di tengah pandemi covid-19, pemerintah propinsi Bali memberlakukan kebijakan realokasi anggaran. Dengan kebijakan tersebut secara otomatis mengubah perencanaan keolahragaan yang telah disusun sebelumnya, termasuk soal insentif bagi para atlet.

“Dengan adanya keputusan dari Presiden bahwa PON diundur semua berubah, tidak hanya itu duitnya, uangnya juga berubah. Kita hanya bisa membayar 3 bulan uang tali kasih, itupun besarannya hanya Rp. 1,2 juta per atlet”, ujarnya.

Ketut Suwandi mengatakan awalnya dana PON yang dipersiapkan Pemprov Bali senilai Rp. 50 milyar, namun dengan penundaan PON akibat pandemi covid-19, dana tersebut dirasionalisasi menjadi Rp. 5,2 milyar. Dengan dana tersebut, KONI Bali hanya mampu menggelontorkan tali kasih kepada atlet selama 3 bulan senilai Rp. 1,2 juta per atlet.

Pada kesempatan sama Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali Gusti Ngurah Oka Darmawan berharap memaklumi kondisi yang ada. Walaupun tidak ada insentif, para atlet tetap bertanggung jawab terhadap performa masing-masing menuju PON.

“Syukuri bahwa sudah bisa berprestasi sampai lolos di Pra PON. Itu adalah sebuah prestasi yang luar biasa”, ungkapnya.

Oka Darmawan menambahkan, bila atlet hanya memikirkan insentif saja, hal tersebut akan mempengaruhi kualitas bertanding. Insentif atau bonus ditegaskannya merupakan nilai plus yang diperoleh atlet sebagai buah kerja keras atas prestasi yang diraih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00