Bali Dilema, Desakan Penundaan PON Semakin Santer

KBRN, Denpasar: Gonjang ganjing penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Oktober mendatang semakin santer. Sejumlah kalangan dominan mengusulkan multi event olahraga empat tahunan di Tanaih Air itu ditunda sampai wabah virus corona mereda.

Termasuk Propinsi Bali, juga dalam posisi dilema. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Ketut Suwandi dihubungi RRI Selasa, (7/4/2020) meminta pemerintah pusat segera memberikan kepastian. Saat ini tercatat sekitar 250 atlet Bali terpaksa berlatih mandiri di rumah masing-masing.

“Keluar sudah tidak mungkin, kalau kita memberikan ijin atlet berlatih di luar kita melanggar aturan, semuanya serba dilema. Makanya sekarang ini kami meminta mereka berlatih di rumah saja”, tuturnya.

Ketut Suwandi mengatakan dalam kondisi saat ini, keselamatan atlet menjadi prioritas utama. Apalagi dengan latihan mandiri persiapan menuju PON tidak maksimal meskipun pengawasan melalui media sosial tetap dilakukan.

“Yang penting sehat dulu, tidak usah kita berbicara di luar kesehatan saat ini”, tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali Nengah Sudiartha. Pejudo pelatda PON yang awalnya dipusatkan berlatih di Bangli terpaksa dipulangkan.

“Semua atlet sudah kita bubarkan, karena tidak boleh ngumpul, dan kita ikuti anjuran pemerintah”, pungkasnya.

Meski PJSI lebih setuju PON ditunda, namun Sudiartha meminta penundaan tersebut tidak berlangsung lama, minimal awal tahun 2021 dapat dilaksanakan sehingga tidak berbenturan dengan event Internasional seperti Sea Games, maupun Olimpiade .

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00