Kick Off Malam Hari, Ini Catatan "Arsitek" Bali United

KBRN, Gianyar: Bali United telah melakoni total tiga laga pada awal musim BRI Liga 1 2022/2023. Dari seluruh pertandingan tersebut, skuad Serdadu Tridatu mencatatkan hasil yang bisa dikatakan positif.

Catatan dua kemenangan dan satu kekalahan ditorehkan Fadil dan kolega dari tiga laga awal musim ini. Berkat hasil tersebut, Bali United hingga hari ini (8/8/2022) mengoleksi total enam poin dan duduk di peringkat enam papan klasemen sementara BRI Liga 1 2022/2023.

Namun, dari serangkaian pertandingan yang telah dijalani oleh anak asuh Stefano Cugurra tersebut, sorotan utama tidak hanya mengarah kepada performa pemain di atas lapangan saja. Ada hal yang penting yang mencuri perhatian seluruh pecinta sepak bola, bukan hanya di Bali saja, tetapi di seluruh Indonesia.

Dalam beberapa waktu belakangan, jam pertandingan di kompetisi BRI Liga 1 musim ini banyak mendapat sorotan. Sebab, banyak laga yang dimainkan pada jelang larut malam.

Hal tersebut dirasakan dan dijalani pula oleh Bali United serta 17 tim penghuni kasta tertinggi sepak bola di Indonesia lainnya. Dari tiga pertandingan yang sudah dijalani, skuad Serdadu Tridatu sendiri telah dua kali bermain jelang larut malam, yakni pada pukul 21.00 WITA (melawan Persija) dan 21.30 WITA (melawan RANS Nusantara FC). Sedangkan pada saat bertandang ke markas PSM Makassar, Nadeo dan kolega bermain pada pukul 17.00 WITA.

Menjalani pertandingan sisa di bulan Agustus ini sendiri Bali United kembali harus bermain larut malam. Lebih tepatnya mulai pukul 21.30 WITA melawan Arema FC (13/8) mendatang. Seperti diketahui, laga ini sendiri akan berpeluang dihadiri para pendukung kedua tim. Dengan jadwal pertandingan malam hari, tentu ada dampak yang harus diantisipasi agar sepak bola tetap dapat dinikmati dengan baik. 

Berbagai reaksi atas terlalu larut malamnya jadwal BRI Liga 1 itu datang dari berbagai pecinta sepak bola. Mulai dari pemain hingga suporter tentu merasakan dampaknya.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra pun menyampaikan komentarnya terkait hal tersebut. Ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan jika timnya harus bermain larut malam.

Namun, yang menjadi persoalan bagi Coach Teco adalah para suporter yang datang langsung ke stadion. Jika pertandingan dimulai terlalu malam, maka akan selesai dini hari dan hal tersebut akan sangat berisiko bagi para penonton yang akan kembali pulang ke rumah masing-masing.

Tidak hanya itu, jam istirahat para suporter maupun pemain pun pastinya akan menjadi terganggu karena hal tersebut. Sebagaimana diketahui, manusia idealnya membutuhkan waktu tidur selama 8-9 jam per hari.

"Ini hal yang sama dan sudah terjadi dari liga musim kemarin. Kami tidak bermasalah untuk bermain malam. Namun, buat suporter pertandingan mulai pukul 21.30 pasti terlalu malam. Mereka kembali ke rumah pukul 01.30 subuh. Lalu harus bangun untuk bekerja. Bagi anak yang masih sekolah juga harus bangun pagi," ujar Coach Teco seperti dilansir dari laman resmi Bali United.

Melihat adanya beragam pro dan kontra yang diakibatkan oleh jadwal pertandingan BRI Liga 1 musim ini, tentu harus segera ada solusi terbaik. Sebab, sejatinya sepak bola harus membawa kebahagiaan, sportifitas, dan yang paling penting adalah rasa aman bagi seluruh insan yang terlibat di dalamnya. (rilis-baliutd.com)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar