Bali Mencari Ketum KONI Bali

KBRN, Denpasar: Insan Olahraga Pulau Dewata kini sedang mencari sosok yang tepat untuk menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali.

Berbagai persyaratan dilontarkan para voter untuk calon yang nantinya berniat maju sebagai nahkoda tertinggi olahraga Pulau Dewata.

Ketua Umum KONI Kabupaten Karangasem Putu Toya kepada RRI di Karangasem Jumat, (28/1/2022) mengatakan Bumi Lahar tidak memberikan syarat sulit, namun modal utama yang wajib dimiliki Ketua Umum KONI Bali adalah semangat ngayah dan komitmen untuk memajukan olahraga di seluruh kabupaten/kota.

“Kami Karangasem tidak terlalu jelimet untuk memilih Ketum KONI Bali, yang penting beliau bisa memimpin secara fleksibel, dan mampu membina cabor dengan baik di seluruh kabupaten”, ujarnya.

Ditanya terkait pilihan hati insan olahraga di Karangasem, menurut Putu Toya pihaknya belum ada menjatuhkan pilihan, terlebih para calon yang hendak maju masih malu-malu kucing.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Umum KONI Gianyar Pande Made Purwata juga memiliki lima syarat utama bagi calon Ketum KONI Bali. Selain memiliki loyalitas tinggi membangun keolahragaan, insan olahraga di Bumi Seni Gianyar juga mensyaratkan calon Ketum harus memiliki jalinan komunikasi yang baik dengan Pemerintah Propinsi Bali.

“Bagusnya memang pemilihan Ketua Umum  memang secara aklamasi. Harus berani mengambil keputusan dengan tegas, dan seorang figure nantinya harus memiliki akses dalam artian dekat dengan pimpinan daerah”, ungkapnya.

Terlepas dari masih adem ayemnya bursa calon Ketua Umum KONI Bali, namun Pande Made Purwata memprediksi saat ini banyak pihak yang sudah bergerak untuk menggaet dukungan.

Ketum KONI Gianyar itu menambahkan sejatinya dalam pemilihan pimpinan keolahragaan sebaiknya dilakukan secara aklamasi sehingga semua pihak bersatu padu mengusung satu nama saja. Menurutnya saat ini dinamika di lapangan masih sulit terbaca, sehingga Gianyar pun sebagai pemegang hak suara hingga kini belum memiliki pilihan hati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar