Tatap Sea Games Vietnam, Pejudo Bali All Out

KBRN, Denpasar: Atlet pemusatan latihan (Pelatnas) Sea Games cabang olahraga judo sudah menjalani latihan tahap khusus.

Hal tersebut diakui Pejudo kebanggaan Bali Ni Kadek Anny Pandini saat dihubungi RRI Selasa, (25/1/2022) dari Pelatnas Ciloto Jawa Barat. Pejudo spesialisasi kelas -57 kg putri itu mengatakan dengan waktu Sea Games yang semakin mepet di bulan Mei mendatang, latihan pejudo semakin berat dan fokus pada persiapan khusus.

“Programnya lebih meningkat lagi lebih dikhususkan untuk cabor judo. Semua latihan fisiknya tentang judo, sudah tidak persiapan umum lagi. Programnya semakin berat, dan waktu latihannya makin banyak, jadi saya harus benar-benar memanfaatkan waktu saat istirahat”, ujarnya.

Pejudo Peraih Medali emas Sea Games 2015 dan 2019 itu mengatakan saat ini lawan-lawan yang dihadapi cukup berat, sehingga dirinya tidak mau lengah dengan memandang remeh musuh yang akan dihadapi. Pada Sea Games Vietnam nanti terdapat 10 kelas perorangan yang dipertandingkan dan ada beberapa kelas beregu. Untuk spesialisasi -57 kg putri selain dipertandingkan di kelas perorangan juga akan dipertandingkan di kelas beregu.

Ditempat terpisah Ketua I Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali I Nengah Sudiarta mengatakan PJSI Bali selalu mendukung dan memotivasi enam pejudo Bali yang terpilih menghuni Pelatnas. Meski secara fisik semua pejudo dalam keadaan baik, namun khusus Gede Agastya Darma Wardana mendapat perhatian lebih, karena pasca PON, kondisi atlet yang bersangkutan sempat drop dan terserang tipes.

“Yang lain kondisinya masih bagus, hanya saja pasca PON, Agast yang terus kita pantau karena pasca PON dia sempat drop. Waktu gabung di Pelatda PON dia tidak kita paksakan karena sempat tipes”, tuturnya.

Nengah Sudiartha mengatakan bila mengacu pada peta kekuatan lawan saat ini tuan rumah Vietnam, Thailand dan Filipina menjadi batu sandungan, mengingat banyak pejudo naturalisasi yang didatangkan ke negara tersebut. Termasuk bila berbicara peluang mengulang kesuksesan menyabet tiga medali emas saat Sea Games Filipina 2019 lalu, Nengah Sudiartha mengingatkan para pejudo Pulau Dewata agar tidak lengah, mengingat regulasi yang akan digunakan tuan rumah masih terbuka pada dua kemungkinan.

“Kemungkinan pertama, Vietnam akan menggunakan regulasi kelas Internasional dimana pejudo yang memiliki kelas spesialisasi berbeda dapat digabung kedalam satu kelas, dan kemungkinan kedua pejudo Pulau Dewata tetap dapat tampil sesuai kelas spesialisasi mereka masing-masing sama seperti regulasi yang digunakan di Sea Games Filipina lalu”, ungkapnya.

Ketua I Pengprov PJSI Bali itu menambahkan bila nanti yang digunakan sesuai kelas spesialisasinya, peluang menyabet emas akan terbuka lebar di ajang bergengsi antar Negara di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar