Jelang Musorprov, Calon Ketum KONI Bali Menanti Tahapan

KBRN, Denpasar: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali akan segera menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Propinsi (Musorprov).

Rencananya Musorprov dengan agenda utama memilih Ketua Umum KONI Bali yang baru periode 2021-2025 itu akan dilaksanakan Februari atau Maret mendatang. Jadwal tersebut  menyesuaikan dengan pencairan dana hibah dari Pemerintah Propinsi Bali.

Menariknya selain jadwal Musorprov yang dinanti, para calon yang hendak maju sebagai Ketua Umum KONI Bali juga harap-harap cemas menunggu tahapan pencalonan. Salah satunya dari Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan yang sudah mantap mencalonkan diri untuk “Ngayah” menjadi nahkoda tertinggi olahraga di Pulau Dewata.

“Kita tunggulah sampai bulan ini, kalau belum dibuka tahapannya mungkin nanti kita tanya lagi ke KONI Propinsi. Mungkin kalau sudah di buka kemungkinan banyak yang mendaftar dan kita bisa lihat siapa saja yang mau nyalon, tetapi kalau dibuka last minute susah juga”, ucapnya saat dihubungi RRI Selasa, (25/1/2022).

Ary Wirawan mengakui dirinya juga masih belum tahu pasti, calon-calon pesaing yang juga akan maju mencalonkan diri sebagai Ketum KONI Bali. Ia menegaskan sebagai insan olahraga sejati, dirinya tetap menjunjung tinggi sportivitas, siapapun yang nantinya terpilih maka semua pihak wajib mendukung. Terkait jargon ataupun materi presentasi dihadapan para voter nanti, Ketum KONI Tabanan dua periode itu mengaku tidak ada persiapan khusus, karena nantinya semua akan mengalir dari hati.

Ditempat terpisah, Ketua Umum KONI Badung Made Nariana mengatakan meski dirinya tidak mencalonkan diri maju sebagai Ketum KONI Bali, namun sebagai salah satu voter, ia berharap Ketum KONI Bali yang terpilih nantinya dapat serasi dengan user atau pengguna.

“Bisa serasi dengan user (pengguna) yang saya maksud user adalah Pemprov Bali. Ketum KONI Bali harus serasi, sejalan dan satu visi dengan gubernur”, harapnya.

Ketum KONI Badung dua periode itu menambahkan Ketum KONI Bali terpilih nantinya juga harus mengayomi semua cabor yang didalamnya juga memiliki berbagai kepentingan. Selain itu yang utama harus dijadikan prioritas adalah program jitu ke depan untuk tetap mempertahankan gengsi Bali meraih predikat lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar