Insan Olahraga Bangli Bertekad Melepas Posisi Juru Kunci

KBRN, Bangli: Insan Olahraga di Kabupaten Bangli bertekad melepas posisi juru kunci di ajang Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Bali Gotong Royong 2022. Hal tersebut ditegaskan para Pengurus KONI, Pengurus Cabor, Pelatih dan Atlet di Bumi Loloh tersebut.

Pada Porprov 2017 di Gianyar, Bangli bertengger diperingkat enam, dengan koleksi 17 emas, 15 perak dan 42 perunggu. Namun pada Porprov 2019 di Tabanan, justru Kontingen Bangli terjungkal ke posisi juru kunci dengan hanya meraih 9 emas,17 perak dan 47 perunggu.

Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangli Agung Gede Adi Oka kepada RRI di Bangli Kamis, (20/1/2022) mengatakan untuk dapat melepas predikat juru kunci, di masa kepemimpinan Bupati Bangli yang baru dengan tagline Bangli Era Baru, fokus KONI saat ini mengasah potensi medali untuk cabor potensial saja. Meski dari kuantitas akan kalah dari kabupaten/kota lainnya, namun dari segi kualitas, Bangli optimis cabor-cabor unggulannya mampu bangkit pada Porprov September mendatang.

“Kita tidak ma uterus jadi juru kunci, paling tidak ada peningkatan peringkat kita nanti. Rasa memiliki dulu, kita orang Bangli harus jengah, jangan mau dikalahkan kabupaten lain”, tegasnya.

Agung Gede Adi Oka tidak memungkiri dana pembinaan yang dikucurkan pemerintah kabupaten sangat minim, termasuk sarana prasarana berlatih yang dimiliki cabor-cabor di Bangli sangat kurang. Meski demikian, dirinya tetap optimis, patriot olahraga Bangli mampu nindihin gumi Bangli di Porprov nanti.

Sementara itu, Ketua Umum Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Kabupaten Bangli Ida Bagus Putra mengatakan pada Porprov 2019 di Tabanan, Kontingen Yongmoodo Bangli  menduduki peringkat runner up dengan koleksi 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu.// Ketika itu Buleleng masih mendominasi untuk cabor Yongmoodo. Namun pada Porprov Gotong Royong 2022 kali ini, dirinya masih buta peta kekuatan lawan.

“Kita di Bangli saat ini masih tetap mempertahankan atlet yang berlaga di Porprov 2019 maupun Kejurda. Tapi untuk peta kekuatan saat ini kami di Bangli masih buta, karena sejak dua tahun terakhir, Yongmoodo tidak lagi atas nama TNI tetapi sudah sepenuhnya dari sipil”, tuturnya.

Ida Bagus Putra mengatakan Februari nanti akan ada event Kejurda untuk atlet Yongmoodo Se-Bali.Event tersebut akan menjadi ajang untuk mengukur peta kekuatan masing-masing daerah.

Ketum FYI Kabupaten Bangli itu menambahkan, saat ini potensi medali untuk Yongmoodo Bangli ada pada nomor putra dan putri di kelas +60 kg dan -60 kg.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar