POBSI Bali Tanpa Wakil di Pelatnas Sea Games

KBRN, Denpasar: Bali dipastikan tanpa wakil di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Sea Games 2022 cabang olahraga Biliar. Banyak hambatan yang dihadapi pebiliar Bali untuk dapat menghuni Pelatnas.

Wakil Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bali Welly Soedarno kepada RRI di Denpasar Selasa, (18/1/2022) mengatakan dalam Seleknas Sea Games beberapa waktu lalu, sejatinya beberapa atlet biliar Pulau Dewata juga dipanggil untuk mengikuti seleksi tersebut. Namun peluang menghuni Pelatnas itu menjadi pupus karena terganjal masalah dana. Untuk memberangkat satu orang atlet mengikuti seleknas selama 12 hari di Jakarta minimal memerlukan anggaran 10 juta rupiah. Biaya tersebut wajib ditanggung Pengprov masing-masing, sementara Pengprov POBSI Bali tidak memiliki dana cukup untuk hal tersebut.

“Dana yang dibutuhkan saat seleknas cukup besar. Kendala di dana kita, kedua memang dari pemain kita memang yang satu menolak dan yang satunya belum siap juga”, ungkapnya.

Selain terganjal masalah anggaran, kesibukan atlet biliar Bali dalam rutinitas harian juga menyulitkan atlet berangkat ke Jakarta. Bila lolos Seleknas otomatis mereka wajib menetap di Jakarta hingga Sea Games usai.

Sementara atlet biliar Bali peraih medali perunggu pada PON Papua Oktober lalu Oei Kim Han menuturkan dirinya merupakan salah satu atlet Bali yang dipanggil PB POBSI untuk ikut Seleknas. Namun selain masalah anggaran, Oei juga berat untuk meninggalkan keluarga di Bali.

“Masalah dana pertama, kita memang tidak ada dana, kedua hambatannya adalah keluarga. Kalau saya lolos berarti harus stay di Jakarta”, tuturnya.

Oei menambahkan walau tidak menghuni Pelatnas namun rencana dirinya untuk tahun 2022 ini dapat turun di ajang Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Bali untuk terakhir kalinya. Oei yang kini sudah berusia 50 tahun memang ingin pensiun sebagai atlet.

Pasca Porprov, ia berencana untuk mengabdi di cabang olahraga Biliar sebagai Binpres ataupun pelatih. Namun semua itu wajib menunggu keputusan Ketua Umum Pengprov POBSI Bali yang baru, yang akan ditentukan dalam Musyawarah Olahraga Propinsi (Musprov) Februari mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar