Menpora Siap Bali Dipertimbangkan Masuk Menjadi Sasaran DBON

KBRN, Denpasar: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berjanji akan mempertimbangkan Bali menjadi daerah sasaran Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Hal itu disampaikan Menpora dalam Webinar Nasional DBON di Sanur Bali Rabu, (1/12/2021).

Sampai saat ini baru 10 daerah saja yang menjadi proyek percontohan dalam implementasi DBON tersebut. Sepuluh wilayah itu masing-masing Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Merujuk pada prestasi Bali peringkat lima besar PON, dan mampu menyalip Jawa Tengah, peluang Bali terbuka lebar untuk menjadi sasaran selanjutnya dari Grand Desain Olahraga Nasional.

“Jadi apa yang ada sekarang pertimbangan dari talenta sesuai dengan cabor. Tetapi nanti kita berharap kalau kemampuan kita sudah mendukung, di luar dari 10 sentra itu, kita akan kembangkan semua. Sekarang ini misalnya di NTB, itu untuk Bali dan NTT juga bisa”, ujarnya.

Menpora mengatakan selain 10 daerah sasaran, ada 14 cabang olahraga unggulan yang difokuskan dalam DBON tersebut. Cabor itu meliputi Atletik, Bulutangkis, Panjat Tebing, Senam, Artistik, Angkat Berat, Balap Sepeda, Panahan, Menembak, Renang, Dayung, Karate Taekwondo, Wushu dan Silat. Namun daftar cabor tesebut tegas Menpora bukan harga mati. Promosi, degradasi dan evaluasi akan terus dilaksanakan menyesuaikan dengan kontribusi cabor bersangkutan terhadap Merah Putih dalam berbagai event.

“Masih sangat terbuka peluang Bali untuk jadi daerah sasaran. Cabor pun masih terbuka, karena kita ada promosi dan degradasi”, tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Ketut Suwandi mengatakan dalam membangun olahraga Pulau Dewata sangat diperlukan sinergitas dengan para pemangku kepentingan Namun Bali saat ini sudah memiliki modal yang baik untuk menyukseskan Grand Design tersebut.

“Mulai sekarang kalau betul-betul dilaksanakan  kita tidak perlu banyak diskusi. Perjalanan kita sudah sangat panjang untuk bagaimana bisa meraih prestasi, inilah yang saya pakai konsep kenapa Bali itu bisa seperti sekarang, tidak hanya sekedar bicara tanpa perencanaan”, tegasnya.

Ketut Suwandi mengatakan sejak awal berbagai event dan program keolahragaan telah terlaksana di Pulau Dewata. Namun diakui masih ada kelemahan-kelemahan yang perlu dibenahi seperti belum adanya laboratorium khusus untuk menunjang sport science, selain itu ketersediaan infrastruktur juga maish terbatas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar