Mantapkan DBON, Indonesia Patok Peringkat 10 Pada Olimpiade 2032

KBRN, Denpasar: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI semakin getol menggaungkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ke seluruh pelosok negeri.

Webinar Nasional DBON pun khusus di gelar di Pulau Dewata Bali melibatkan wartawan dari berbagai media untuk menyukseskan Grand Design menuju Indonesia Emas 2045.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI Chandra Bhakti seusai pemaparan materi dalam Webinar tersebut Selasa, (30/11/2021) menegaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergitas yang baik dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan DBON ini. Chandra Bhakti mengakui dalam masa sosialisasi ini pesimisme muncul dari berbagai pihak, terlebih target Indonesia dalam DBON ini masuk 10 besar Olimpiade 2032.

“Menpora dengan DBON ini tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergitas dengan berbagai pihak”, tegasnya.

Sejauh ini, Bali yang notabena sukses menempati ranking 5 besar PON dan mampu menyalip Jawa Tengah belum masuk dalam 10 daerah sasaran DBON. Terkait hal itu, Chandra Bhakti mengatakan keputusan tersebut bukan harga mati. Promosi dan degradasi akan terus bergulir di sepanjang pelaksanaan, termasuk 14 cabang olahraga unggulan yang difokuskan dalam DBON juga dapat berubah sesuai kemampuan cabor membuktikan prestasinya.

Merespon sepak terjang Kemenpora menggaungkan DBON, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Ketut Suwandi mengatakan sejak awal Bali sejatinya sudah memiliki grand design tersebut.

“Kita di Bali itu sebenarnya ada kelebihan. Dari fisik kita ada kelebihan, tetapi sinergitas yang sudah terjalin ini ayo sama-sama kita rencanakan untuk jangka panjang, tidak saja untuk prestasi tetapi masa depan atlet”, ujarnya.

Tak hanya KONI Bali yang siap gerak cepat menyukseskan DBON tersebut, namun Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari juga meminta seluruh wartawan olahraga di Indonesia mengambil peran dalam membangun keolahragaan dalam negeri.

“Wartawan Olahraga terutama SIWO melihat ini sebuah peluang, sehingga kita harus berpartisipasi, kita harus mengawal DBON ini”, pungkasnya.

Seperti diketahui terbentuknya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) atas instruksi Presiden Jokowidodo yang dituangkan melalui Perpres nomor 86 tahun 2021. Presiden menginginkan dari dua ratus enam puluh juta lebih penduduk Indonesia dapat terjaring bibit-bibit atlet handal yang mampu mengharumkan Merah Putih diberbagai event dunia, terutama Olimpiade.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia hanya mampu menempati posisi 55 besar.  Pasca implementasi DBON ini, Indonesia ditarget masuk 30 besar pada Olimpiade Paris 2024, kemudian peringkat 20 besar pada Olimpiade 2028 di Los Angles, dan peringkat 10 besar pada Olimpiade 2032 di Brisbane Australia. Peringkat 8 besar Olimpiade 2036, dan menembus rangking 6 besar pada Olimpiade 2040 mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar