KONI Bali Gelar "LEGA" di Lokasi Karantina

KBRN, Denpasar: Masa karantina lima hari pasca kepulangan dari arena PON Papua, tidak membuat para pejuang olahraga KONI Bali kendor membangun keolahragaan. 

Di masa karantina pun ide-ide kreatif tetap lahir demi kemajuan olahraga Pulau Dewata. Terbukti dialog santai para petinggi KONI Bali dengan rekan-rekan media pun sukses digelar dalam suasana santai, sederhana dan penuh kekeluargaan. 

Dalam dialog santai bertajuk "LEGA" (Lesehan Olahraga) Senin sore, (18/10/2021) dimoderatori Kepala Humas KONI Bali Ida Bagus Gana Putra Karang, di pimpin Ketua Umum KONI  Bali Ketut Suwandi, Ketua Kontingen PON  Bali  Maryoto Subekti dan  Wakil Sekretaris KONI Bali Ida Ayu Ratih Herawati.

Ketum KONI Bali Ketut Suwandi mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada rekan-rekan media yang selalu mendukung  perjuangan Bali di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX tahun 2021.

"Wartawan yang selama ini terus memantau, apakah dengan ranking lima besar ini Bali sudah dikatakan hebat???, lalu apa yang harus dilakukan di PON selanjutnya, itu yang saya mau masukan dari wartawan, dan evaluasi bersama-sama", ujarnya. 

Ketut Suwandi juga mengakui saat ini ada kekhawatiran dalam dirinya karena banyak cabor yang medalinya banyak, tetapi justru Bali masih menjadi penonton karena hanya meloloskan sedikit atlet. 

"Muaythai banyak nomor, tapi kita baru meloloskan satu atlet, tinju juga banyak nomor di sana, termasuk selam yang nomornya mencapai 40-an, tapi atletkita baru bisa lolos sedikit. Kemudian saya amati kempo, NTT dia sudah mengirim atlet yang umurnya masih 15 tahun, kita masih belum bisa", tuturnya. 

Ketum KONI Bali menyoroti tuan rumah Papua sebelum jadi tuan rumah PON medali yang diraih hanya dikisaran belasan, sementara setelah menjadi tuan rumah justru medalinya mencapai 90 lebih. Itulah gengsi tuan rumah yang selalu terjadi di setiap perhelatan PON, dan ini yang menjadi PR Bali pada tahun 2024 karenaa ada dua propinsi sekaligus yang akan menjadi tuan rumah yang juga berambisi untuk meraup emas sebanyak-banyaknya. 

"Saya tidak ingin kita larut dengan evoria keberhasilan sekarang ini, tetapi justru kota harus siap mengantisipasi apa yang akan terjadi dan tantangan apa yang akan datang di masa depan", pungkasnya. 

Sementara Ketua Kontingen PON Bali Maryoto Subekti mengaku sepakat dengan arahan Ketum KONI Bali. 

"Kami akan sikapi itu sebagai sebuah tantangan. Kami sebagi pelaku di lapangan, memiliki PR untuk menggarap dan mengeksplor potensi cabor-cabor agar one athlete one medal",  imbuhnya. 

Pada kesempatan sama Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Bali Joko Purnomo menyampaikan sejumlah masukan untuk membangun grand design keolahragaan untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai saat ini. 

"Ke depan kami para wartawan mengharapkan ada grand design keolahragaan, dan tentunya nanti setelah ada pengurus baru KONI Bali yang terpilih, Ketua Umum Bapak Ketut Suwandi tetap kami harapkan  untuk terlibat meramu dan meracik grand design keolahragaan itu meski waktu kepengurusan bapak Ketum hanya tinggal dua bulan lagi", ujarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00