Pasca PON, Kodrat Bali Ijinkan Atlet Recovery Dua Bulan

KBRN, Denpasar: Perjuangan keras di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua telah menguras seluruh tenaga, pikiran dan fisik para atlet tarung derajat Bali.

Alhasil tim tarung derajat Bali sukses mengukir prestasi gemilang di Tanah Mutiara Hitam Papua dengan 4 emas, 1 perak dan 3 perunggu, sekaligus menjadi Juara Umum II.

Pasca pertarungan melelahkan nindihin gumi Bali di arena PON, kini para petarung kebanggaan Pulau Dewata masih menjalani karantina di Hotel Neo Denpasar untuk memastikan benar-benar bebas dari covid-19.

Sekretaris Umum (Sekum) Keluarga Olahraga Tarung Derajat Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka kepada RRI di sela-sela menjalani karantina bersama Tim Kodrat PON Bali Minggu, (17/10/2021) mengaku puas dengan perjuangan anak asuhnya di Papua. Oleh karenanya, pasca karantina ini, dirinya memberikan waktu recoveri selama dua bulan bagi para petarung sebelum nantinya mereka akan tancap gas lagi untuk persiapan Porprov Bali dan PON Aceh-Sumut 2024.

“Jujur kami puas karena semua petarung bisa menampilkan kemampuannya. Jadi mereka akan kita istirahatkan sejenak sambal menunggu hasil PCR mereka dan memang kebiasaan kita setelah kejuaraan adalah refresh sejenak 1 sampai dua bulan, sekaligus kita kembalikan mereka ke Pengcab masing-masing”, ujarnya.

Pria dengan sapaan akrab Gung Cok itu mengatakan meski recovery 2 bulan akan diberikan, namun ia meminta para pengurus Pengcab tetap mengaktifkan Satlat-satlat di kabupaten/kota untuk memfasilitasi atlet berlatih setiap saat.

Sementara itu Pelatih Tarung Derajat Bali I Nyoman Dana mengatakan setelah membuktikan prestasinya, delapan petarung Bali yang turun pada PON Papua, masih berpeluang untuk kembali berlaga di arena PON Aceh-Sumut, karena dari segi usia masih tergolong muda. PR Pelatih ke depan adalah mencetak petarung-petarung handal bagi kelas-kelas yang belum berhasil lolos ke PON.

“Kalau aturan umutnya tidak diubah mereka mungkin bisa ikut dua kali PON lagi. Tapi nantinya kita di Tim pelatih adalah mencari bibit petarung untuk kelas-kelas yang kita belum lolos, sehingga pada POn Aceh-SUmut lebih banyak yang lolos menuju PON”, ucapnya.

Pada PON Papua terdapat 14 kelas yang dipertandingkan terdiri dari 9 kelas putra dan 5 kelas putri, sementara Bali baru meloloskan 8 petarung. Kang Dana menambahkan, selain menargetkan menambah jumlah petarung untuk lolos ke PON Aceh-Sumut, tim pelatih juga akan meramu taktik dan strategi latihan yang tepat agar petarung putri Bali mampu meraih medali emas. Pada PON Papua, petarung Bali Made Yogi Astrini meraih medali perak pasca dikalahkan petarung Kalimantan Barat di babak final kelas 58,1-62 kg putri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00