Pejuang PON Bali Akhirnya Tiba di Pulau Dewata

KBRN, Denpasar: Patriot olahraga Bali yang berjuang di arena PON Papua akhirnya tiba di Pulau Dewata semalam Sabtu, (16/10/2021).

Kepulangan kontingen PON Bali tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi dan Ketua Kontingen PON Bali Maryoto Subekti.

Rombongan diberangkatkan sore kemarin pukul 6.30 WIT dari Bandara Sentani Jayapura menggunakan pesawat Garuda dengan kode penerbangan GA6534, dan tiba di Pulau Dewata sekitar pukul 20.50 WITA.

Pasca tiba di Pulau Dewata protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan ketat, dimana seluruh anggota kontingen wajib mengikuti tes malaria, mengingat Papua menjadi salah satu daerah endemik untuk penyakit Malaria.

Selain itu, rombongan sejak semalam hingga lima hari ke depan juga diwajibkan karantina di sejumlah tempat ditentukan KONI Bali dan telah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Propinsi Bali.

Karantina tersebut bertujuan untuk mencegah timbulnya klaster baru Covid-19 pasca pelaksanaan PON.  

Terlepas dari ketatnya protokol kesehatan yang wajib diikuti Kontingen PON Bali, ritual penyambutan para pejuang olahraga Pulau Dewata tetap dilaksanakan secara sederhana dalam suasana penuh kekeluargaan di depan pintu kedatangan Bandara Ngurah Rai Bali semalam.

Pengalungan bunga pertama pun dipersembahkan untuk Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi yang selama dua periode kepemimpinannya sukses mengangkat harkat dan martabat Bali di kancah Nasional dalam bidang keolahragaan. 

Pada PON 2016 Jawa Barat, Suwandi dengan sinergi kuat pengurus KONI Bali lainnya mampu mengantarkan Bali di posisi enam besar dengan raihan 20 emas.

Pada PON Papua XX Tahun 2021 kali ini, bukan hanya sukses melampaui raihan emas PON Jabar, namun Bali juga sukses mengunci peringkat lima besar dengan menggeser Jawa Tengah.

Bali mengumpulkan 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi pun dalam saat prosesi penyambutan semalam tak kuasa membendung kebahagiaannya. Keberhasilan ini tentunya wajib dilanjutkan penggantinya nanti yang terpilih melanjutkan estafet kepemimpinan KONI Bali.

"Kuncinya jangan malu belajar dan bertanya. Saya awalnya memimpin KONI Propinsi saya ingat sekali saya dilantik bulan dua, dan bulan enam sudah harus menyiapkan PON Remaja. Saat itu dengan keterbatasan pengalaman saya, tapi kita mampu berjuang juga sampai di peringkat enam waktu itu. Begitu menyatakan siap menjadi Ketua harus siap menerima tanggung jawab dan siap menerima estafet keberhasilan dari pimpinan sebelumnya", tegasnya.

Pada kesempatan sama Ketua Kontingen PON Bali Maryoto Subekti mengungkapkan di tengah kondisi pandemi covid-19 perjuangan Bali di arena PON sempat diragukan. Namun kini kerja keras semua pihak terbayarkan dengan hasil manis.

"Bali sempat diragukan, namun kini Bali mampu Juara dan meraih peringkat lima. Papua menjadi sorga dari langit selalu melahirkan sejarah menjadi tuan rumah PON. Bali pun menjadi bagian dari sejarah, tinta emas telah ditorehkan pada perhelatan PON Papua", pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00