Bersyukur, Bali Kunci Peringkat Lima Besar di Arena PON Papua

KBRN, Denpasar: Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua malam nanti akan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin Jumat, (15/10/2021). 

Kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali pun memanjatkan  syukur tak hingga. Perjuangan para patriot olahraga Pulau Dewata di arena PON Papua   XX tahun 2021 sukses mengunci peringkat lima besar menggeser kontingen Jawa Tengah. 

Bali mengoleksi 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu, sementara Jawa Tengah 27 emas, 47 perak dan 64 perunggu. 

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di sela-sela ritual persembahyangan dan berpamitan di Pura Agung Surya Buana semalam memanjatkan syukur patriot olahraga Bali mampu mengunci peringkat lima besar. 

"Kita telah bisa mengunci diri pada posisi lima besar. Sebenarnya kalau Jawa Tengah bisa memberikan satu emas lagi makan kita akan ketinggalan. Dengan selisih satu poin medali emas ini akan memberikan Bali sebagai peringkat lima", ungkapnya. 

Dengan keberhasilan tersebut, Ketua Umum KONI Bali dua periode itu tidak ingin jumawa. Ia mengatakan semua pencapaian itu berkat kerja keras semua pihak. 

" Ini semua bukan karena saya. Kalau saya bilang itu hanya sebuah kebetulan saja. Selama ini saya hanya berhitung dengan apa yang saya ketahui, tidak hanya dari satu parameter, tetapi bagaimana kita berbicara pembinaan dari masing-masing cabor. Semua sudah mempunyai tanggung jawab dan mampu bekerja sama dengan baik untuk mengangkat harkat dan martabat Bali. Hanya kebersamaan, dan persatuan itu mampu terwujud ", tegasnya. 

Ketut Suwandi berharap prestasi Bali di arena PON Papua ini dapat melahirkan political will dari pemerintah untuk menghasilkan yang lebih lagi ke depannya. 

"Pembinaan ke depan harus lebih baik karena tantangan tidak akan mudah. Infrastruktur yang penting ke depannya.", ujarnya. 

Suwandi mengatakan bila Bali mampu memiliki satu saja kolam renang berstandar Nasional maka prestasi bukan hal mustahil. Termasuk juga cabor atletik, yang sampai saat ini Bali belum mempunyai lintasan. Semua itu, menurut Suwandi menjadi PR dari penggantinya nanti untuk meneruskan perjuangan dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai. 

Pada perjuangan terakhir kemarin, Bali juga berhasil mengumpulkan lima medali terdiri dari 2 perak dan 3 perunggu. 

Perak itu masing-masing berasal dari cabang olahraga basket 3 on 3. Pada babak final semalam srikandi Bali dikalahkan tuan rumah Papua dengan skor 4-14. Dengan demikian dua nomor basket 5 on 5 dan 3 on 3 mengawinkan dua emas di arena PON. 

Perak kedua diraih atlet renang BaliBali Eva Lily Van Leenen nomor 50 meter gaya dada putri. Dengan tambahan 1 perak di hari terakhir pertandingan kemarin cabor renang total mengumpulkan 1 emas,  2 perak dan 7 perunggu. 

Sementara tiga perunggu Bali kemarin disumbang karate nomor kumite beregu putri, rugby putri Bali dan atletik lompat tinggi atas nama I Gede Made Antara. 

Perjuangan Bali di arena PON juga mendapat apreasi tinggi dari Ketua Bidang 1 PB PON XX tahun 2021 Yusuf Yambe Yabdi. 

"Saya melihat Bali itu Propinsi yang benar-benar serius, kita perlu support untuk  terus berprestasi. Semua Propinsi memang serius tetapi bobot keseriusannya bisa kita lihat", tegasnya. 

Yusuf mengatakan pertemanan dirinya yang terjalin selama 10 tahun dengan pengurus KONI Bali juga dimanfaatkan untuk terus mendukung Bali agar meraih prestasi tinggi. Selain Bali dirinya juga melihat peningkatan prestasi dari Kalimantan Timur, NTB khususnya cabor atletik menghasilkan enam medali emas. 

"Dengan masing-masing unggulan dari daerah tersebut maka kita di Pusat mampu memetakan kekuatan agar mereka bisa memberikan kontribusi kepada negara sesuai dengan keunggulan tersebut dan program pembinaan keolahragaan juga harus menyesuaikan dengan potensi itu", ujarnya. 

Sementara Ketua Kontingen PON Bali Maryoto Subekti mengucapkan Terima kasih atas dukungan semua pihak. 

"Tak ada kata selain bersyukur, karena terlepas dari panjangnya persiapan menuju PON, termasuk vakumnya event-event akibat pandemi covid-19 namun pelatda, TC Centralisasi dan semuanya berjalan baik. Setelah penantian panjang dua tahun, akhirnya kami tim PON Bali bisa membuktikan bahwa kami tetap mampu berprestasi dengan segala keterbatasan yang ada" , imbuhnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00