Kontingen PON Bali Pamitan di Pura Agung Surya Buana

KBRN, Denpasar: Kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali menggelar upacara persembahyangan bersama petinggi Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Propinsi Papua dan Kota Jayapura Kamis, (14/10/2021). 

Persembahyangan  tersebut bertujuan mengucap syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas kelancaran perjuangan patriot olahraga Bali bertanding di arena PON Papua. Selain itu, kontingen PON Bali sekaligus memohon pamit dan berterima kasih atas sambutan dan bantuan seluruh umat se-dharma yang mengijinkan Pura Agung Surya Buana sebagai home base atau sekretariat KONI Bali selama pelaksanaan PON. 

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengatakan bahwa Papua khususnya wilayah Jayapura sangat berkesan bagi Kontingen PON Bali. 

"Kami sangat berterima kasih, karena berkat dukungan semua umat se-dharma di Jayapura ini kami mampu mengikuti perhelatan PON dengan baik dan lancar. Terimakasih support dan doa yang tidak henti untuk para patriot olahrga kami, sehingga kami mampu berjuang dengan maksimal hingga mampu berada di ranking lima besar saat ini", ujarnya. 

Ketua PHDI Propinsi Papua Komang Alit Wardana pada kesempatan sama juga mengaku senang dapat membantu kelancaran kontingen Bali berjuang di arena PON. Tentunya ada pesan khusus yang dititipka  jajaran PHDI Propinsi Papua untuk disampaikan kepada seluruh warga Pulau Dewata bahwa negeri Papua tidak seperti yang dibayangkan selama ini. 

"Kami juga senang, karena kontingen Bali menjadikan Wantilan Pura Agung Surya Buana ini sebagai home base PON Bali. Tentu dengan ini kami sekaligus membuktikan bahwa Papua adalah negeri yang aman tidak seseram yang dibayangkan orang selama ini. Semoga pesan itu mampu disampaikan juga kepada seluruh masyarakat Bali lainnya", harapnya. 

Pada akhir persembahyangan bersama tersebut antar kedua pihak baik jajaran KONI Bali maupun PHDI serta umat se-dharma di Kota Jayapura saling menyerahkan cindera mata dengan harapan persaudaraan dan tali silahturahmi tetap akan terjalin sepanjang masa. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00