Geser Jateng, Bali Bercokol di Peringkat Lima

KBRN, Denpasar: Kontingen PON Bali lagi-lagi sukses panen 6 medali emas kemarin Rabu, (13/10/2021). Dengan hasil tersebut membuat Bali berhasil naik ke peringkat lima besar menggeser posisi Jawa Tengah. 

Dalam perburuan medali kemarin enam emas tersebut masing-masing tercipta dari cabang olahraga Karate 2 emas, Atletik 2 emas, Tinju 1 emas, dan Renang 1 emas. 

Dua emas cabor Karate disumbangkan I Kadek Krisna Dwi Antara nomor kumite -60 kg putra yang sukses menundukkan atlet Sumatera Barat Millio Oner  dengan skor 4-1 pada babak final di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu Kota Jayapura. 

Tak puas hanya meraih 1 emas, Tim Karate Bali pun sukses menambah 1 emas lagi dari karateka unggulannya Cok Istri Agung Sanistyarani. Karateka Bali jebolan Pelatnas itu sukses mengalahkan  karateka Jawa Barat Dinda Ayu pada babak final nomor kumite 55kg putri dengan skor 4-2.

Yang mengharukan seusai pertandingan, Coki pun mengungkapkan bahwa medali emas PON ini ia persembahkan untuk almarhum sang adik. 

"Saya memang sebelum PON ini pernah gagal pada sejumlah event, seperti primier league, termasuk Pra kualifikasi Olimpiade juga belum meraih hasil maksimal. Jadi dengan emas PON ini ada sesuatu yang bisa saya berikan untuk almarhum adik, semoga dia tenang di sana", ungkapnya. 

Dengan raihan dua emas tersebut, Tim Karate Bali sekaligus mencetak sejarah baru mengingat sepanjang keikutsertaannya di multi event bergengsi empat tahunan di Tanah Air sejak tahun 80-an, baru kali ini Karate mampu mendulang dua medali emas. 

Kemudian dari cabang olahraga atletik yang bertanding di Klaster Mimika. Dua medali emas berhasil tercipta berkat sumbangsih I Ketut Mertayasa lari 800 m putra dengan catatan waktu 1.54,45 detik. Emas kedua diraih dari Lompat tinggi berkat perjuangan mengejutkan dari Ni Made Epi Wilantari yang mampu menorehkan hasil lompatan 1,74 meter. Selain dua emas cabor atletik kemarin juga menyumbang sekeping perunggu melalui Ni Ketut Cita dalam lari nomor 800 m putri. 

Sementara dari cabang olahraga tinju. Perjuangan para atlet adu jotos Bali di GOR Cendrawasih APO semalam juga tak kalah mengembirakan. Sepanjang 25 tahun penantian panjang, akhirnya medali emas mampu terlahir untuk Bali di arena PON. Dari tiga atlet yang berjuang di babak final semalam, ketiganya berhasil membawa pulang medali. 1 medali emas dipersembahkan Kornelis Kwangu Langu dari kelas 46-49 kg setelah mengalahkan Mario Kali dari NTT. Kemudian 2 medali perak disumbangkan Yulius Bria kelas Bantam 52-56 kg, dan Cakti Dwi Putra kelas middle 69-75 kg. Bria dikalahkan petinju Maluku Yulius Frando Lumoly, sementara Cakti ditundukkan Maikhel Roberro Muskita dari Jawa Barat. 

Ketua Umum Pengprov Pertama Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengungkapkan rasa syukur dan bangganya terhadap hasil perjuangan anak asuhnya. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pertandingan Tinju di arena PON Papua benar-benar menjunjung tinggi sportivitas dan jauh dari unsur-unsur non teknis. 

"PON kali ini adalah prestasi yang luar biasa. Pertama selama 25 tahun kami belum pernah dapat medali emas dan ini pecah telor. Sejarah juga kami kami meloloskan enam petinju semuanya meraih medali", ujarnya. 

Kemudian yang mengejutkan pula, semalam Bali juga mendapat tambahan 1 medali emas dari cabang olahraga renang. Emas di raih Komang Adinda Nugraha nomor 50 meter gaya punggung putri. Pelatih Renang Bali Wayan Wiarta mengatakan emas dari Komang Adinda tersebut cukup mengejutkan karena atlet tersebut merupakan atlet termuda dari tim renang Bali dan baru pertama kali turun di arena PON. 

"Perolehan medali hari ini satu emas di nomor 50 meter punggung putri. Ini merupakan hal yang spektakuler karena dia merupakan atlet termuda di tim renang Bali", ungkapnya. 

Selain medali emas, renang pada pertandingan semalam juga menyabet sekeping perunggu dari estafet 4x100 meter gaya ganti, dimana Komang Adinda juga memiliki andil kuat dalam kategori tersebut. 

Sejatinya harapan emas Bali kemarin juga ada pada Tunggal putri Bulutangkis Bali Komang Ayu Cahya. Pada games pertama Komang Ayu berhasil menang mudah dengan skor 20-8. Namun justru pada games kedua Tunggal putri Jawa Barat Riska Saifi yang merupakan seniornya berhasil memenangkan games kedua dengan skor 21-17 dan memaksa Komang Ayu melakoni rubber set atau games ketiga.  Lagi-lagi pada games ketiga selain kalah jam terbang, endurance Komang Ayu sudah mulai menurun sehingga Riska Saifi pun mengunci kemenangan pada games ketiga dengan skor 21-18. Meski hanya mengantongi perak, namun prestasi Komang Ayu di arena PON Papua ini telah mengukir sejarah baru untuk Bulutangkis Bali yang selama perjalanan mengikuti PON belum sekalipun pernah meloloskan  atlet hingga ke babak final. 

Berkat perjuangan hebat patriot olahraga Bali yang sukses panen enam emas kemarin kini menempatkan Kontingen Bali di peringkat lima besar. Dengan raihan 28 emas, 23 perak dan 19 perunggu. Bali sukses menggeser posisi Jawa Tengah yang harus rela turun ke peringkat enam dengan koleksi 25 emas, 45 perak, dan 61 perunggu. 

Sementara posisi puncak masih kokoh dihuni Jawa Barat dengan 125 emas, 97 perak, dan 111 perunggu. Posisi kedua Jawa  Timur dengan 106 emas, 86 perak dan 78 perunggu. DKI Jakarta posisi ketiga dengan 99 emas, 87 perak, dan 96 perunggu. Tuan rumah Papua ada di peringkat empat dengan koleksi 87 emas, 60 perak dan 99 perunggu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00