Fantastis, Kodrat Bali Panen Empat Emas

KBRN, Denpasar: Kontingen Tarung Derajat Bali telah mengakhiri seluruh pertandingan di Klaster Mimika.

Pada babak Final yang berlangsung hari ini Selasa, (12/10/2021) di GSG Emeneme Yoware, Mimika, Tim Kodrat Bali yang menurunkan lima petarungnya sukses panen 4 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu, yang artinya dari delapan petarung Bali yang dikirim semuanya berhasil mengantongi medali.

Medali emas pertama mampu diraih Rudi Nurudin kelas 55,1-58 kg ang sukses mengalahkan petarung Riau Lukman Hakim dengan skor kemenangan 3-0. Emas tersebut menjadi motivasi rekan-rekannya yang lain untuk semakin “puputan” mengumpulkan lebih banyak emas di arena PON Papua kali ini.

Alhasil pertarungan kedua Gede Dicky Handika di kelas 58,1-61 kg juga berbuah medali emas dengan kemenangan 2-1 melawan petarung Jawa Barat Andika Dwiki Arislan.

Pada perebutan emas ketiga untuk Bali, lagi-lagi petarung Pulau Dewata sukses nindihin gumi Bali. I Made Ardi Arimbawa yang tampil di kelas 64,1-67 kg sukses menundukkan Muhammad Rizki Firdauz dari Sumatera Utara dengan hasil fantastis kemenangan WHT (Wasit Hentikan Tarung.

Meski sudah mengantongi 3 emas, namun Kodrat Bali masih terus berjuang menambah keeping emas lagi dari satu-satunya petarung putri Bali yang lolos ke babak final. Namun sayang perjuangan Ni Made Yogi Astrini melawan Ageng Rizki Ariani dari Kalimantan Barat di kelas 58,1-62 kg hanya mampu berbuah medali perak. Made Yogi harus mengakui keunggulan petarung Kalsel pasca dewan juri mengumumkan kemenangan 3-0 atas Rizki Ariani.

Harapan terakhir medali emas Bali pun bertumpu pada Andre Surya kelas 75,1-80 kg. Alhasil perebutan medali emas partai terakhir tarung derajat itu berbuah manis. Andre Surya dinyatakan menang 3-0 atas Eko Yusuf Sodik Putri dari Jawa Barat.

Selain koleksi 4 medali emas, dan 1 perak, sebelumnya Bali juga telah mengoleksi 3 perunggu melalui Komang Handika Putra, Kadek Krisna Dewi dan Ferdy Surya Dewa Yana.

Manager Tarung Derajat Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka dihubungi RRI seusai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Mimika mengaku bangga dan bersyukur atas hasil manis para petarung kesayangannya.

“Sangat membanggakan delapan petarung yang kami kirim ke PON Papua ini, semuanya membawa medali pulang untuk Bali. Ini luar biasa bagi kami, karena target yang kami sampaikan kepada KONI Bali adalah tiga medali emas, tapi sekarang kami dapat empat emas, kami sangat bangga kepada mereka semua”, ungkapnya.

Pria dengan sapaan akrab Gung Cok itu mengatakan sejatinya dari lima petarung yang lolos ke babak final, dirinya juga menargetkan mencuri sekeping emas dari petarung Putri atas nama Made Yogi Astrini, namun memang harus diakui petarung Kalbar menang dari jangkauan dan pengalaman.

“Emas kami di petarung putri memang tertunda lagi satu. Harapan kami memang mampu mencuri emas dari kategori putri, tetapi petarung Kalbar menang dari jangkauan dan pengalamaan sementara Yogi baru turun pertama kali di PON”, ungkapnya.

Gung Cok menambahkan banyak dilema yang dilalui sebelum menuju PON Papua ini. Pada saat TC Sentralisasi bahkan 4 petarung dan 1 pelatih sempat terpapar covid-19. Namun ia bersyukur halangan tersebut dapat dilalui dengan buah manis meraih empat medali emas, dua kali lipat melampaui Raihan emas di PON Jawa Barat 2016 yang hanya meraih 2 emas.

Dengan hasil 4 emas, 1 perak dan 3 perunggu tersebut, sekaligus mengukuhkan Tim Kodrat Bali sebagai Juara Umum II di arena PON. Juara Umum I diraih tuan rumah Papua 4 perak 3 perak 3 perunggu, sedangkan Juara Umum III diraih Aceh 3 emas 1 Perak 5 perunggu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00