Restu Sekala dan Niskala, Kontingen PON Bali Dilepas Gubernur

Pelepasan Kontingen PON Bali

KBRN, Denpasar: Pagi yang cerah mendukung prosesi pelepasan para kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali di halaman Kantor Gubernur Bali Jumat, (17/9/2021).

Seluruh kontingen tampil gagal berani berbalut busana berwarna Tridatu (Merah, Putih, dan Hitam) yang diyakini sebagai warna sakral Pulau Dewata.

Ceremoni pelepasan pejuang olahraga Pulau Dewata menuju Bumi Cendrawasih itu ditandai dengan melepas balon dan burung dara ke angkasa.

Bali dengan total kekuatan  412 orang terdiri dari 235 atlet, dikawal 67 pelatih, 34 tim pengamat, 18 manager, 52 official dan 6 official teknik beserta 13 orang awak media, menyatakan siap memburu medali emas. Target yang dipatok Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali 30 keping medali emas.

Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan, perjuangan atlet meraih emas tidak mudah. Sebagai orang Bali, upaya secara sekala dan Niskala wajib dilalui.

“Upaya secara Sekala dan Niskala harus dilakukan supaya semua yang mmnjadi kontingen baik atlet, pelatih maupun official selalu dalam keadaan sehat jangan sampai tertular covid-19. Semua mendapat restu untuk berjuang maksimal dalam arena PON sehingga bisa menghasilkan prestasi terbaik untuk Bali. Targetnya 30 emas, itu adalah sesuatu yang besar”, tegasnya.

Tedung Jagat Pulau Dewata itu menegaskan bila atlet mampu meraih medali di Bumi Cendrawasih, Pemprov Bali siap memberikan apresiasi berupa bonus uang tunai, beasiswa pendidikan, hingga pekerjaan. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengakui multi event bergengsi empat tahunan ini memang penuh tantangan. Seluruh propinsi kini masih berusaha saling intip kekuatan satu sama lain.

“Mereka punya kelemahan, kita juga punya. Semuanya sekarang plat. Tidak ada atlet-atlet Indonesia yang berlatih di luar negeri, kalau dulu lawan-lawan kita banyak yang berlatih ke Luar negeri, ada di Amerika, Korea, Jepang, Eropa, sementara kita hanya berlatih di Denpasar dengan pelatih lokal. Tetapi sekarang dengan adanya pandemi semua tidak bisa bebas, pelatih luar tidak ada di dalam, kita juga tidak bisa keluar”, ungkapnya.

Pimpinan tertinggi keolahragaan Pulau Dewata itu menambahkan kekuatan besar yang menjadi ancaman kontingen Bali adalah tuan rumah Papua. Tradisi dalam setiap perhelatan PON, posisi rangking tuan rumah secara otomatis akan terdongkrak naik, sehingga Bali harus siap untuk mengantisipasi segala kemungkinan tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00