Mulai TC Sentralisasi, Para Atlet Wajib Ikuti Tes Antigen

Maryoto Subekti

KBRN, Denpasar : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali akhinya mulai memberlakukan TC Sentralisasi atau latihan terpusat di dua hotel di Denpasar.

“TC Sentralisasi sudah mulai 3 Agustus, hingga 2 bulan ke depan, dan seluruh cabang olahraga atau 28 cabor dan atletnya harus mengikuti prokes, terlebih dahulu swab antigen,”tegas Ketua Pelatda Bali, Maryoto Subekti, Selasa (3/8/2021), di Denpasar.

Meski sejak pagi hingga siang hari diguyur hujan, para atlet tetap mematuhi prokes, satu persatu mengikuti prosedur dan tidak lebih dari 3 jam swab antigen sudah bisa rampung untuk 50 atlet, dan dilakukan secara bergiliran.

“Menjadi kewajiban mengikuti tes antigen secara bergiliran agar tidak terjadi kerumunan dan cabor digilir sesuai dengan waktunya masing-masing. Kan semua cabor sudah terjadwal, sehingga mereka datang tepat waktu,”ujar Maryoto Subekti.

Sedangkan agenda hari ini disesuaikan dengan program yang digalang di masing-masing cabang olahraga, dan KONI Bali telah mempersiapkan GOR Lila Bhuana, dan Ngurah Rai, serta ada pula yang berlatih di masing-masih venue milik perguruan.

“Para atlet diperbolehkan latihan ditempatnya masing-masing (satlat atau perguruannya), tapi setelah latihan tidak boleh pulang ke rumahnnya, dan harus segera kemali ke hotel,”katanya.

Selain memberi fasilitas akomodasi bagi para atlet PON, KONI Bali juga memfasilitas para atlet yang statusnya sebagai sparing bagi atlet PON. Hal itu dilakukan supaya atlet sparing tidak kemana-mana, bila tidak ditempatkan di satu tempat dikhawatirkan mereka berisiko terpapar covid-19.

“Kami menghindari atlet sparing terpapar dari covid-19, karena itu mereka bersama-sama tinggal di tempat TC Sentralisasi,”bebernya.

TC. Sentralisasi PON Bali tidak seperti tahun 2016 diawali dengan pembukaan atau lounching. Sekarang atlet langsung masuk hotel setelah mengikuti swab antigen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00