PASI Bali 'Menjerit' Soal Venue

Maria Natalia Londa (Andalan Bali)

KBRN, Denpasar : Ketua Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bali, Ida Bagus Dipta menjelaskan, di cabang atletik kontingen Bali mengandalkan 9 atlet.  Berebut medali di Bumi Cendrawasih, Oktober mendatang.

“Sembilan atlet yang menjadi tumpuan Bali di multi event olahraga empat tahunan di Papua, Bali menaruh harapan kepada  6 putri dan 3 putra, akan turun di nomor lari 100 meter, 200 meter, 400 meter dan 1500 meter,” kataKetua Umum Pengprov Pasi Bali Ida Bagus Dipta, Minggu (1/8/2021).

Duta Bali yang berjuang berebut medali Oktober mendatang, 4 atlet dari Badung meliputi Maria Natalia Londa, Made Eppi Wilantika, Dewa Made Mudiasa dan I Gede Antara.  Sedangkan Denpasar menempatkan 3 atlet meliputi Dewi Ayu Agung Kurniayanti, Ni Nyoman Kerni dan Ni Luh Mita Yuni. Kemudian seorang atlet dari Kabupaten Jembrana. Hanya saja selama meningkatkan kualitas atlet terganjal venue latihan, mengingat Stadion Ngurah Rai tidak bisa digunakan untuk berlatih, sedang tahap renovasi, sehingga proses latihan selama ini terganggu.

Program latihan yang digalang selama ini tidak ada pilihan lain harus memanfaatkan lapangan Mengwi Badung dan Stadion Debes Tabanan.  Dari segi geografis, jauh dari tempat tinggal para atlet, sehingga diperlukan waktu tempuh, belum lagi permasalahan selama perjalanan.  Ditempat terpisah Ketua Umum KONI Kabupaten Gianyar Made Pande Purwatha menyoroti lambannya KONI Bali menggelar TC Sentralisasi.  Padahal Program latihan terpusat dinilai sangat penting sebelum atlet menuju ke medan laga.

“Program menuju PON Papua terhambat covid-19, namun perlu adanya kepastian jadwal TC Sentralisasi.  Agenda TC sangat penting supaya para atlet bisa mempesiapkan sejak dini, khusus para atlet yang bekerja maupun yang masih menempuh pendidikan, untuk mengurus  dispensasi,”jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00