TC Sentralisasi Keamanan Atlet Terjaga Risikonya Pembengkakan  Dana

Pelatih PON ketika mengikuti penjelasan Protap prokes di ruang rapat KONI Bali

KBRN, Denpasar : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali belum merubah jadwal TC Sentralisasi atau latihan terpusat, tepat berlangsung tanggal 3 Agustus 2021.  Program latihan terpusat  berlangsung dua bulan ke depan akan diawali dengan pengambilan swab antigen kepada seluruh atlet dan pelatih yang terlibat.

Demikian dikatakan Ketua Pelatda Bali Maryoto Subekti, Minggu (2/8/2021) ketika dikonfirmasi soal program TC Sentralisasi bagi atlet PON, yang dipersiapan menuju Papua Oktober mendatang.

“Kami juga sudah sosialisasi protap prokes sebelum, saat berada di TC dan setelah TC Sentralisasi. Penjelasan itu sudah disampaikan panjang lebar, Jumat 30 Juli melalui during kepada atlet, sedangkan para pelatih hadir langsung di ruang rapat KONI Bali,”ucap Maryoto Subekti.

Ditempat sama Dokter Laksmi Duarsa menegaskan, TC Sentralisasi sangat efektif terhindar dari paparan covid-19 dengan catatan disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Seluruh yang terlibat wajib menerapkan protap prokes, saat ada di arena TC, ketika keluar dan kembali lagi harus mengikuti aturan yang berlaku,”pintanya.

Menurutnya, jika menginginkan  tidak terpapar covid-19, perangkatnya pun juga harus terpenuhi, test swab antigen harus dilakukan ketika para atlet setelah keluar (latihan)  dari arena TC. dan itu harus dilakukan secara rutin sehingga bisa memantau kondisi atlet. “Jelasnya memerlukan biaya tidak sedikit untuk memberi kenyamanan dan menghindari dari paparan covid-19. Ya dampak yang ditimbulkan dana tak terduga mmbengkak,”ucap Laksi Duarsa.

Pada kegiatan tersebut juga membicarakan soal BPJS, khususnya penanganan atlet cidera. Laksi Duarsa menjaji akan menyiapkan petugas untuk mengkomunikasikan bila diperlukan dengan BPJS. “Silahkan para atlet atau pelatih bila memerlukan konsultasi soal BPJS bisa disampaikan kepada petugas yang ditunjuk, supaya atlet atau pelatihan yang memerlukan tidak merasa dipingpong,”paparnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00