Lahan Coklat Disulap Jadi Lintasan Motocross

Wayan Swastika

KBRN, Tabanan : Bali khususnya cabang olahraga otomotif motocross  ketergantungan dengan lahan yang ada di Desa Tengkudak, Penebel Tabanan. Di areal milik Wayan Swastika kini menjadi tumpuan atlet PON untuk menjaga dan meningkatkan kualitas diri. Lintasan sepanjang 1,3 kilomer tersebut telah menjadi bukti bisu menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIV/2019, saat itu Tabanan sebagai tuan rumah.

“Di areal ini saya siapkan 4 hektar dari luas lahan 7 hektar. Untuk membuat lintasan motocross, saya korbankan tanaman coklat, karena saya sudah komitmen memberi wadah penggemar otomotif  supaya bisa menumpahkan hobynya di lintasan ini,”ucap Wayan Swastika, saat menerima kunjungan dari tim monitoring KONI Bali, Minggu  (14/6/2021).

Menurut Wayan Swastika guna membuat lintasan ini sesuai dengan peruntukannya perlu sentuhan perbaikan secara berkala atau menjelang digunakan, bila tidak maka lintasan itu akan dipenuhi rumput. “Saya sudah melaporkan ke KONI Bali dan KONI Tabanan, dan sangat direspon usulan itu. Semua itu kan untuk kepentingan Bali dalam upaya mempersiapkan atlet menuju Papua Oktober mendatang,”bebernya.

Bagaimana awal mula pohon cokrat disulap menjadi Lintasan Motocross.  Menurut Swastika sebagai upaya memberi wadah para penghoby motocross, supaya mereka tidak liar. Kemudian dirinya menyebut kesukaan dan pertemanan menjadikan awal terbangunnya lintasan ini.

“Terus terang Cok Viki yang memberi pompaan untuk membuat lintasan ini pada tahun 2017 dan tahun 2019 dipakai gelaran Porprov Bali,”katanya.

Kalau bicara pendapatan dari lintasan ini, terus terang Swastika tidak pernah mematok nilai sewa kepada pengguna, apalagi selama pandemic covid-19 jarang ada yang sewa. “Saya pingginnya ke depan lintasan ini juga menambah pilihan para wisatawan nusantara dan mancanegara, tapi tetap mengedepankan generasi muda Bali,”tandasnya.

 

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00