Mangkir, Polisi Ancam Jemput Paksa Bos Indotrader Academy

Mangkir, Polisi Ancam Jemput Paksa Bos Indotrader Academy. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Penyidik Sat Reskrim Polresta Denpasar telah melayangkan panggilan kedua terhadap Agung Mahendra, Rabu (24/2/2021). 

Namun pemilik sekolah Indotrader Academy yang telah menyandang predikat tersangka itu mangkir dari panggilan. 

Hingga Rabu (24/2/2021) sore, Agung Mahendra tak tampak hadir di Mapolresta Denpasar untuk memenuhi panggilan tersebut. 

Kuasa hukum tersangka pun tidak memberikan alasan terkait ketidakhadiran kliennya kepada penyidik.

Alhasil, pria yang sempat mengajukan proses pra-peradilan terhadap Polresta Denpasar atas penetapan status tersangka ini tetancam dijemput paksa.

Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Inspektur Satu Sukadi membenarkan perihal mangkirnya Agung Mahendra dari panggilan penyidik. 

"Ya benar, orang yang mempraperadilan Polresta sebenarnya diperiksa hari ini. Tetapi yang bersangkutan tidak datang. Kemungkinan dalam wakru dekat akan dijemput," ungkapnya kepada wartawan. 

Kuasa hukum korban, NBL (19), Ida Bagus Surya Prabhawa membantah tudingan soal penggiringan opini yang dibuat Agung Mahendra ke publik melalui media sosial. 

Tersangka dalam sebuah postingan di akun media sosialnya menyebut, dirinya dipolisikan, lantaran orang tua korban ingin menguasai Indotrader Academy.  

"Kalau terkait ketidakhadiran Agung Mahendra, kami sebagai korban serahkan ke polisi saja," ujarnya.  

Pihaknya berharap, polisi segera menangkap dan menahan Agung Mahendra. Tujuannya agar tersangka tidak menebar opini tentang fitnah. 

Ia pun tak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat akan kembali melaporkan Agung Mahendra dengan tuduhan fitnah. 

Ida Bagus Surya Prabhawa mengemukakan, upaya pra peradilan dilakukan Agung mahendra telah gagal total.

Karena Polresta Denpasar memenangkan gugatan pra peradilan atas penetapan Agung Mahendra sebagai tersangka dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (16/2/2021). 

Dalam surat putusannya, hakim menyatakan rangkaian penyidikan yang dilakukan polisi untuk menetapkan status tersangka sudah sah dan sesuai prosedur. 

Rangkaian yang dimaksud yaitu mulai dari menerima pengaduan masyarakat (dumas), berlanjut ke laporan polisi, penyelidikan, meningkat ke penyidikan hingga penetapan status tersangka.  

Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan bukti-bukti yang diajukan ke persidangan, hakim menilai penetapan status tersangka disertai alat bukti yang cukup dan gelar perkara. 

"Majelis hakim menolak pra peradilan pemohon untuk seluruhnya," katanya. 

Seperti diketahui, Agung Mahendra ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penipuan atas laporan siswanya. Korban NBL merasa ditipu senilai  Rp45 juta. 

Uang itu dipakai untuk membayar paket kelas trading dengan pembelajaran selama 90 hari. 

Dalam perjalanannya, NBL tidak menerima paket kelas sesuai yang dijanjikan. 

Bahkan pasca menyelesaikan paket kelas, NBL tidak menerima sertifikat seperti yang dijanjikan. 

Sementara Kanit IV Sat Reskrim Polresta Denpasar, Inspektur Satu M. Reza Pranata memastikan AM (Agung Mahendra) tidak menghadiri penggilan sebagai tersangka. 

"Ya, benar. Ditunggu tetapi yang bersangkutan tidak hadir," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00