Meresahkan, Masyarakat Bali Keluhkan Aksi Balap Liar

KBRN, Denpasar : Masyarakat mulai mengeluhkan aksi balapan liar yang dilakukan sejumlah remaja di Pulau Dewata. Menyikapi keluhan warga, kepolisian telah mengamankan puluhan pelaku dibeberapa lokasi, diantaranya di Kabupaten Badung, Gianyar, dan Buleleng.

Kepala Sub Direktorat Keselamatan dan Keamanan Ditlantas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi Nyoman Sukasena mengakui, pihaknya telah mengidentifikasi titik-titik yang selama ini dijadikan lokasi balapan liar (trek-trekan).

Ia menyebut, maraknya balapan liar akhir-akhir ini dipicu libur panjang atau pola belajar di rumah selama pandemi COVID-19.

"Sehingga anak-anak muda, waktunya dibawa kebut-kebutan, padahal itu membahayakan dirinya sendiri dan orang lain," ungkapnya kepada RRI di Denpasar, Rabu (24/6/2020).

Kepala Sub Direktorat Keselamatan dan Keamanan Ditlantas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi Nyoman Sukasena. (Istimewa)

Korps Tribrata kata Sukasena telah melakukan sejumlah langkah untuk mengeliminir aksi trek-trekan. Upaya yang dilakukan seperti preemtif, preventif, dan represif.

Represif menjadi langkah terakhir, bila para pelaku balapan liar telah melakukan pelanggaran berulang kali. Langkah tegas/represif berupa penyitaan sepeda motor, dan pemberian sanksi tilang.

"Tetapi tetap dalam koridor humanis. Jadi jangan sampai, kita melakukan tindakan, menimbulkan hal-hal yang kurang pas, atau menimbulkan kejadian-kejadian lain, misalnya unjuk rasa, sehingga betul-betul persuasif. Dengan humanis kita laksanakan dilapangan," ujarnya.

AKBP Sukasena menjabarkan, titik yang kerap dijadikan sebagai lokasi balap liar diantaranya Jalan Cargo, dan Jalan Mahendradatta (Kota Denpasar).

Tidak hanya mengerahkan personel kepolisian, pihaknya juga menggandeng potensi masyarakat adat setempat. Salah satunya adalah mengoptimalkan peran pecalang dalam mengamankan wilayahnya masing-masing.

Polisi amankan puluhan motor dan pelaku balapan liar di Badung. (Istimewa)

"Bendesa adat juga sudah bergerak. Karena kalau di Bali itu, hal-hal seperti ini yang ditakutkan pecalang," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00