Pegawai CCB Indonesia Akui Pengalihan Saham Tanpa Persetujuan 

KBRN, Denpasar : Sidang lanjutan kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam akta otentik dan penggelapan dengan terdakwa bos hotel Kuta Paradiso, Harijanto Karjadi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (4/12/2019). Sidang kali ini beragenda mendengarkan keterangan empat orang saksi. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan menghadirkan empat saksi fakta, seorang diantaranya merupakan pegawai PT. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia), Irwan.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Soebandi, Irwan mengaku saat menjabat sebagai Kepala Divisi Kredit Operasi di CCB Indonesia, tidak pernah tahu adanya pengalihan saham PT. GWP yang menjadi jaminan pinjaman uang senilai $2 juta di CCB Indonesia kepada pihak lain. 

"Berdasarkan akta nomor delapan, pengalihan saham harus ada persetujuan kreditur. Dan berdasarkan dokumen, saksi tidak pernah tahu adanya pengalihan saham PT. GWP kepada pihak lain," ujarnya pada persidangan tersebut. 

Selain mengaku tidak mengetahui adanya pengalihan saham, Irwan dalam kesaksiannya menyampaikan sempat mendengar adanya intimidasi terhadap pihak CCB Indonesia terkait pengalihan saham PT. GWP. 

"Saya hanya mendengar adanya intimidasi," katanya menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa.

Sementara kuasa hukum Tomy Winata, Januardi Haribowo Atmajaya Salim mengatakan, empat saksi fakta yang dihadirkan JPU memberikan keterangan dengan baik. Mereka disebut "kompak" mengatakan pihak CCB Indonesia tidak tahu adanya pengalihan saham PT. GWP. 

"Terdakwa memang tidak ada namanya dalam akta penjualan. Tapi perlu diketahui, bahwa aktanya bukan hanya satu saja. Ada akta lain yang terdakwa memberi persetujuan. Artinya, terdakwa turut serta," bebernya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00