Kejari Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Korupsi di DLHK Denpasar

Pelimpahan Tahap II Kasus dan Tersangka Korupsi Kupon BBM di DLHK Denpasar

KBRN Denpasar : Kejaksaan Negeri Denpasar menerima pelimpahan tahap II kasus dan tersangka dugaan korupsi pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kota Denpasar. Tersangka berinisial WS diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi kupon BBM dengan tempat kejadian perkara di TPA Suwung Denpasar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Denpasar Putu Eka Suyantha dikonfirmasi RRI di Denpasar, Selasa (9/8/2022) membenarkan, telah menerima pelimpahan tahap II atas nama tersangka WS dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Denpasar. Ia menjelaskan, tersangka WS 20 hari kedepan akan dititipkan di Lapas Kerobokan dan berkas perkaranya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Denpasar untuk kemudian dilakukan penunjukan majelis hakim dan penentuan jadwal persidangan oleh Pengadilan Negeri Denpasar.

“Iya benar pelimpahan tahap II kasus korupsi pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kota Denpasar telah dilaksanakan. Tersangka WS ditahan di Lapas Kerobokan 20 hari kedepan,” ujar Eka Suyantha.

Eka Suyantha mengungkapkan, dalam kasus ini, tersangka WS dengan modus operandi bulan Maret s/d 30 bulan Juli 2021 di TPA Suwung, menyalahkan kewenangan yang ada padanya sebagai Mandor alat berat mengatur operasional armada dengan memerintahkan kepada para sopir yang bertugas shift pagi dan shift silang untuk melakukan pengangkutan sampah tidak sesuai SOP pengangkutan sampah TPS ke TPA dengan pengisian sampah oleh operator tidak terisi penuh pada bak armada. Sehingga alokasi anggaran biaya operasional kupon BBM solar isi 10 liter armada keluar melebihi dari kegiatan yang dilakukan, dimana dengan pengisian penuh sudah cukup dengan 3 (tiga) lembar kupon, namun dengan pengisian tidak penuh sehingga melebihi dari 3 (tiga) lembar kupon.

Eka Suyantha menambahkan, kelebihan dari kupon BBM solar isi 10 liter yang diterima oleh tersangka dari para sopir shift pagi dan shift siang dalam sehari masing-masing sebanyak 1 (satu) lembar merupakan keuntungan tersangka yang dinikmati dan dipergunakan untuk kepentingan pribadinya. Akibat perbuatan tersangka WS, kerugian Negara mencapai Rp. 255.131.000,00 (dua ratus lima puluh lima juta seratus tiga puluh satu ribu rupiah).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar