Kejari Denpasar Ajukan Banding atas Vonis 2 Tahun Banker KUR Fiktif

Kasi Intelijen Kejari Denpasar Putu Eka Suyantha

KBRN, Denpasar : Kejaksaan Negeri Denpasar mengajukan banding atas vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan kepada mantan marketing bank milik Pemerintah di Bali Riza Kerta Yudha Negara. Memori banding kasus KUR Fiktif 3,1 Miliar Rupiah itu diajukan ke Pengadilan Tinggi Denpasar.

Sebelumnya mantan Banker yang terbukti bersalah dalam kasus penyaluran kredit usaha rakyat - KUR fiktif 3,1 Miliar Rupiah itu dituntut 4 tahun 2 bulan penjara. Namun Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar justru membui terdakwa dengan pidana 2 tahun penjara. Bahkan uang sebesar 220 Juta Rupiah yang sebelumnya disita Jaksa juga dikembalikan kepada terdakwa Riza Kerta Yudha Negara sesuai putusan Majelis Hakim.

Kepala Seksi Intelijen – Kasi Intel Kejaksaan Negeri Denpasar I Putu Eka Suyantha dikonfirmasi RRI di Denpasar, Selasa (5/7/2022) membenarkan, banding menjadi langkah hukum lanjutan yang ditempuh Jaksa. Ia menjelaskan, vonis hakim belum memenuhi unsur dua pertiga dari tuntutan Jaksa, sehingga Jaksa menggunakan hak mengajukan banding. Eka Suyantha mengungkapkan, memori banding sudah diajukan ke Pengadilan Tipikor Denpasar tinggal menunggu putusan Pengadilan Tinggi Denpasar.

“Iya kami mengajukan banding karena tidak sependapat dengan putusan pengadilan tingkat pertama. Memori banding sudah kami ajukan tinggal menunggu putusan banding atas kasus KUR Fiktif ini,” ucap Eka Suyantha.

Kasus ini bermula ketika pihak bank memiliki program menyalurkan dana kredit usaha rakyat - KUR untuk masyarakat pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah – UMKM. Terdakwa Riza Kerta Yudha Negara yang bekerja di bagian kredit ditugaskan mencari nasabah penerima KUR. Setelah diperoleh, terdakwa kemudian menyerahkan data 148 nasabah  yang pengajuan kreditnya disetujui.

Terungkapnya perbuatan terdakwa berawal saat pihak bank melakukan audit pada 2018 karena menemukan adanya kejanggalan, yakni banyak nasabah tidak melakukan pembayaran, yang pengajuan kreditnya diajukan oleh terdakwa. September 2019, pihak bank akhirnya melaporkan kasus ini dan setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan, terdakwa akhirnya mengakui perbuatannya dengan modus memanipulasi data ratusan nasabah, atau melakukan kredit fiktif untuk memperoleh dana KUR.

Terdakwa Riza Kerta Yudha Negara dalam kasus ini justru hanya divonis 2 tahun penjara dengan denda 50 Juta Rupiah. Mantan banker tersebut bahkan dibebaskan dari dakwaan premier. Tidak terima dengan vonis tersebut Kejaksaan Negeri Denpasar akhirnya mengajukan langkah hukum banding.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar