Pengadilan Negeri Denpasar Vonis Jaksa Gadungan 3 Tahun Penjara

Majelis Hakim bacakan vonis jaksa gadungan dalam sidang virtual di PN Denpasar
Jaksa Penuntut Umum dalam sidang virtual vonis jaksa gadungan
Terdakwa Setiadjie Munawar

KBRN, Denpasar : Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 3 tahun penjara terhadap terdakwa Setiadjie Munawar yang terbukti melakukan penipuan dengan mencatut nama institusi Kejaksaan Agung. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa 4 tahun Penjara. Terkait vonis itu baik Jaksa maupun terdakwa kompak menyatakan pikir – pikir.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Denpasar I Putu Eka Suyantha dikonfirmasi RRI di Denpasar, Selasa (18/1/2022) membenarkan, Pengadilan telah memutuskan kasus tersebut dengan vonis 3 tahun penjara. Ia mengungkapkan, pengembalian uang kerugian yang dialami korban bukan berarti menghilangkan unsure tindak pidana yang dilakukan terdakwa. Menurutnya, penegakan hukum harus memberikan efek jera, sehingga tidak ada lagi oknum yang mencatut nama institusi kejaksaan untuk melakukan tindak pidana.

 Eka Suyantha mengungkapkan, terdakwa terbukti melanggar pasal 378 KUHP, mengatasnamakan institusi Kejaksaan meminta sejumlah uang, barang atau fasilitas lain yang menguntungkan diri sendiri maupun orang lain.

“Terkait dengan putusan, kami kan menuntut 4 tahun, vonisnya 3 tahun itu kan berarti sudah 2/3nya, jadi sementara ini si terdakwa menyatakan pikir – pikir dengan waktu 7 hari, jika terdakwa menyatakan banding maka kami juga akan melakukan langkah banding”, ucap Eka Suyantha.

Nama institusi Kejaksaan Agung tercoreng karena ulah Jaksa gadungan Setiadjie Munawar yang melakukan penipuan hingga 256 Juta Rupiah dengan mencatut institusi Adhyaksa. Terungkapnya kasus ini karena jajaran intelijen Kejati Bali menerima permintaan konfirmasi terkait identitas Setiadjie Munawar yang mengaku sebagai jaksa. Setelah terkonfirmasi bukan Jaksa akhirnya terdakwa diamankan di Denpasar dan dimejahijaukan dengan vonis pengadilan 3 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar