Kasus Penyerobotan Lahan Kejari Tabanan, Kejati Bali Tunggu Petunjuk Kejagung

Tersangka Penyerobot Aset Kejari Tabanan

KBRN, Denpasar : Kasus penyerobotan lahan Kejaksaan Negeri Tabanan yang beralih fungsi tidak sesuai peruntukan hingga merugikan negara 14 Miliar lebih, kini menunggu petunjuk Kejaksaan Agung terkait tindak lanjut kasus tersebut. Pasalnya ke enam tersangka yang menjadi tahanan Kejari Tabanan itu justru mengembalikan asset tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ade Sutiawarman dikonfirmasi RRI di Denpasar, Minggu (16/1/2022) membenarkan, adanya itikad baik pengembalian asset negara yang dikuasai  para tersangka sejak 1997. Ia menjelaskan, kasus ini awalnya telah dilakukan langkah persuasif, namun permintaan itu tidak diindahkan para tersangka yang akhirnya berujung ranah pidana. Kini setelah berkas dilimpahkan, para tersangka justru mengembalikan lahan aset berupa tanah kantor yang perolehannya dengan status hak pakai Kejaksaan Agung. Ade Sutiawarman mengatakan, penyidik Kejari Tabanan menunggu petunjuk Kejagung apakah kasus ini lanjut atau tidak.

“ Penyidik menunggu petunjuk dari Kejagung atas adanya itikad baik pengembalian lahan asset Kejari Tabanan itu, jadi kami menunggu untuk tindak lanjutnya”, ucap Ade Sutiawarman.

Kasus pidana ini bermula ketika Kejari Tabanan yang memiliki aset berupa tanah kantor yang perolehannya dengan status hak pakai dari Gubernur Bali kepada Kejaksaan Agung Cq. Kejati Bali, untuk digunakan sebagai kantor dan rumah dinas sejak tahun 1968. Namun sejak Kantor Kejari Tabanan pindah ke lokasi baru, aset tanah negara itu terbengkalai dan tak dimanfaatkan lagi.

Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni IKG, PM dan MK mengklaim tanah tersebut dan secara bertahap mendirikan bangunan berupa indekos untuk disewakan sejak 1997. Hal yang sama juga dilakukan tiga tersangka lainnya yakni WS, NM, dan NS dengan membangun rumah tinggal dan toko untuk disewakan di atas lahan milik aset Kejari Tabanan. Akibatnya, negara dirugikan hingga 14 Miliar 394 Juta Lebih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar