Alasan Kesehatan, Mantan Sekda Buleleng ”DKP” Batal Ditahan

KBRN, Denpasar : Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali batal menahan mantan Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka - DKP karena kondisi kesehatan. Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum - Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bali A. Luga Harlinto dikonfirmasi RRI di Denpasar, Selasa (5/10/2021). Mantan Birokrat Buleleng tersebut selama 5 jam, dicerca 14 pertanyaan seputar tindak pidana korupsi, gratifikasi dan pencucian uang yang merugikan negara hingga 16 Miliar Rupiah. Seusai dimintai keterangan, tersangka Dewa Ketut Puspaka sejatinya akan ditahan, namun karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan akhirnya tim penyidik batal menahan tersangka.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bali A. Luga Harlinto menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kuat dugaan tersangka DKP terlibat dalam 3 tindak pidana diantaranya pencucian uang, gratifikasi rencana proyek pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng dan proyek Liquefied Natural Gas (LNG) di Celukan Bawang. Sesuai aturan dengan dukungan dua alat bukti memberatkan, tersangka DKP seharusnya ditahan. Namun karena kondisi kesehatan, penahanan tersebut dibatalkan hingga kesehatan tersangka membaik. A. Luga Harlianto menengaskan, dalam penanganan tindak pidana apapun, azas praduga tak bersalah dan Hak Asasi Manusia tetap dikedepankan tanpa tebang pilih.

“Dari hasil pemeriksaan dokter memang tersangka DKP diminta beristirahat dulu, kondisinya dalam kondisi sakit, penyidik akhirnya mengambil suatu kesimpulan bahwa tersangka DKP tidak dapat dilakukan penahanan,” ucap A. Luga Harlianto.

Seperti diberitakan, mantan Sekda Buleleng DKP resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang dan gratifikasi rencana proyek pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng dan proyek Liquefied Natural Gas (LNG) di Celukan Bawang. Dari dua proyek itu, tersangka diduga menerima aliran dana 16 miliar rupiah dari perorangan dan perusahaan. Rinciannya 2,5 miliar rupiah dari proyek bandara dan 13,5 miliar rupiah dari proyek LNG. Penanganan kasus inipun menjadi sorotan banyak pihak, karena kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Kejati Bali hingga kini belum menahan DKP karena alasan kondisi kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00