Duh.. Pengusaha Ternama di Bali Jadi Tersangka

KBRN, Denpasar : Seorang pengusaha ternama di Bali, berinisial ZT ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Badung. 

Pria yang berdomisili di Jalan Majapahit Lingkungan Pelasa Kuta ini resmi menyandang status tersangka, Senin 12 April 2021.

Adapun status tersangka itu berkenaan dengan tuduhan menyuruh memasukkan keterangan palsu kedalam akta otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara 7 tahun. 

Kapolres Badung, AKBP Roby Sptiadi melalui Kasubag Humas Iptu Ketut Gede Oka Bawa membenarkan kabar penetapan status tersangka terhadap ZT.

Penetapan ini merupakan tindaklanjut dari laporan Heder LP-43/11/2020/BALI/Res Badung tertanggal 05 Februari 2020. 

Dalam laporan itu Heder mengaku masalah tersebut berawal pada awal tahun 2012. 

ZT disebut mengajak Heder untuk menjalin kerjasama. 

Tersangka kala itu menyatakan, kerjasama tersebut terkait pembangunan dan penjualan obyek tanah miliknya yang berlokasi di Cemagi, Mengwi, Badung. 

ZT saat itu mendirikan perusahaan bernama PT. MBK sebagai badan hukum kerjasama.

Lalu kerjasama berjalan dan ditandai dengan penggabungan dan pemecahan SHM yang dilanjutkan dengan pembuatan blok plan.

Selanjutnya, dilakukan pembangunan beberapa unit rumah dan dijual kepada konsumen. 

Setelah itu disepakati melalui perjanjian notariil 2017.

Pada saat itu YP (anak buah ZT), membuatkan draft perjanjian untuk selanjutnya diserahkan kepada Notaris BF. Harry Prastawa.

Mengacu pada draft tersebut, notaris membuatkan Akta perjanjian kerjasama pembangunan dan Penjualan Nomor 33 tanggal 27 September 2017.

Dalam Akta disebutkan ZT selaku pihak pertama memiliki obyek tanah dengan 8 SHM luas total 13.700 m2, sedangkan Heder selaku pihak kedua. 

Heder melaksanakan pembangunan dan penjualan di atas tanah tersebut dengan nama OLR serta diwajibkan membayar nilai atas seluruh obyek tanah senilai Rp45 juta per m2.

Sedangkan totalnya sebesar Rp61,65 miliar dengan termin pembayaran 11 kali.

"Setelah korban menandatangani Akta dan pembayaran, korban melakukan pengecekan SHM tersebut ternyata baru diketahui bahwa luas 8 SHM kurang dari 13.700 m2 dan hanya seluas 8892 m2. atas perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian sekitar Rp21 miliar," ungkap Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Selasa (13/4/2021). 

Ia lebih lanjut menyampaikan, setelah melakukan penyelidikan yang panjang, akhirnya dilakukan penyitaan sejumlah berkas sebagai barang bukti.

Bahkan YP yang merupakan anak buah dari ZT ditetapkan sebagai tersangka.

YP sudah ditahan hampir dua bulan. 

"Berkas perkara YP sudah tahap satu. Tunggu petunjuk dari jaksa aja kita," katanya.

YP dalam keterangannya menyebut, pengusaha ternama di Bali yaitu ZT terlibat dalam kasus ini. 

Menyikapi keterangan tersebut, Satreskrim Polres Badung mengeluarkan Surat Pemberitahuan Fimulainya Penyidikan (Sprindik) terhadap ZT sejak Senin (7/4/2021). 

"Ya ZT dijadikan tersangka terkait dugaan tindak pidana menyuruh atau turut serta melakukan perbuatan pidana menyuruh memberikan keterangan yang tidak benar dalam akta authentik sebagai mana dimaksud dalam pasal 266 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1e KHUP. Kemudian penyidik menetapkan status ZT sebagai tersangka tanggal 12 April 2021," terangnya. 

"ZT sudah tersangka, dan Senin nanti (minggu depan) akan dimintai  keterangan sebagai tersangka oleh penyidik," imbuhnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Mila Tayib selaku kuasa hukum ZT membenarkan klienya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menjelaskan, tanah itu riil 9 SHM milik ZT ini dipenjanjikan.

Memang ada ketelodoran atau ketidaktahuan pembuat draf dengan sertifikat dicantumkan pada 2017 itu yang dijadikan masalah.

"Yang penting para pihak menyepakati itu, sudah di bayar dan dinikmati sekarang bilang kurang. Ya kita hadapi aja, Senin nanti saya tetap dampingi di Polres. Ya harap saya Senin nanti ngak usah di liput. Kita hormati proses hukum yang berjalan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00